Menuju konten utama

Purbaya Ungkap Penggelapan PPN Industri Baja & Bahan Bangunan

Praktik penggelapan ini disebut telah merugikan pendapatan negara dalam jumlah sangat besar.

Purbaya Ungkap Penggelapan PPN Industri Baja & Bahan Bangunan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan saat media briefing di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (31/12/2025). Menteri Keuangan menyatakan optimis ekonomi nasional bisa tumbuh enam persen yang didukung dari Bank Indonesia dalam mendorong perekonomian nasional pada 2026. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap temuan adanya perusahaan-perusahaan, khususnya di sektor baja dan bahan bangunan, yang diduga melakukan penggelapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Praktik ini disebutnya telah merugikan pendapatan negara dalam jumlah sangat besar. Berdasarkan informasi yang diterimanya, perusahaan-perusahaan tersebut diduga dimiliki oleh warga negara asal Cina yang beroperasi di Indonesia. Mereka diduga menjual produk secara tunai langsung ke klien tanpa membayar PPN.

"Banyak industri-industri liar yang enggak kena pajak. Ada yang saya tau baja dan bahan bangunan. Pengusahanya dari Cina, punya perusahaan di sini, orang Cina semua, enggak bisa bahasa Indonesia. Jual langsung ke klien, cash basis, enggak bayar PPN. Saya rugi banyak itu," kata Purbaya di Kemenkeu, Kamis (8/1/2025).

Ia menyebut potensi kerugian negara dari sektor baja saja sangat signifikan, bisa mencapai Rp4 triliun dari bisnis baja saja.

"Kalau baja aja potensinya, kata orang yang sudah insaf itu, setahun bisa Rp4 triliun lebih. Jadi besar, banyak perusahaan," tambahnya.

Purbaya mengaku heran dengan keberadaan perusahaan asing berskala besar yang mampu beroperasi tanpa pengawasan ketat dari aparat pajak.

"Tapi yang saya heran adalah ada perusahaan yang semiliar itu, perusahaan dari asing, bisa beroperasi di sini, sementara orang pajak selama ini seperti agak tutup mata. Saya tau kan mereka (Ditjen Pajak) pasti lebih tau dari saya," ujarnya.

Merespons temuan ini, Purbaya menyatakan akan segera mengambil tindakan tegas untuk perusahaan baja dan bangunan ini. "Nanti kita tindak dengan cepat. Ada baja, ada perusahaan bangunan tadi," tegasnya.

Ia juga berencana melakukan restrukturisasi dan penertiban internal di lingkungan organisasi perpajakan dan bea cukai untuk meningkatkan kinerja dan integritas.

"Jadi kita akan rapikan organisasi pajak dan bea cukai supaya bekerja lebih serius ke depan," katanya.

Ia pun menekankan langkah yang akan diambil untuk Direktorat Bea dan Cukai. Purbaya mengingatkan ancaman Presiden Prabowo terhadap Bea Cukai yang tidak berkinerja baik.

"Kalau bea cukai ancamannya clear loh dari sana (presiden) bahwa kalau enggak bisa betulin, setahun ya betul-betul diurumahin. Jadi saya akan selamatkan supaya 16 ribu orang (pegawai bea cukai) itu tetap bekerja, tapi yang bagus yang kerjanya, yang jelek-jelek kita akan rumahkan," ucapnya.

Baca juga artikel terkait PURBAYA YUDHI SADEWA atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana