tirto.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tersindir dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto saat retret Kabinet Merah-Putih di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Pasalnya, Kepala Negara menyinggung masalah under invoicing dan penghindaran pajak yang dinilai masih kerap terjadi dan melibatkan pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) serta Direktorat Jenderal Pajak.
“Saya disindir lagi dalam pertemuan kemarin dengan presiden di Hambalang. Dia bilang, ‘Apakah kita akan mau dikibulin terus oleh (pegawai) Pajak dan Bea Cukai?’ Itu pesan ke saya dari Presiden,” ungkapnya usai Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Januari 2026, di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).
“Walaupun dia nggak melihat ke saya, tapi ‘dung’ kan ke sini,” imbuh Purbaya sembari menepuk dada.
Ia pun mengaku telah menemukan 10 perusahaan sawit yang melakukan under invoicing terhadap sekitar 50 persen volume ekspor mereka. Sementara dari sisi praktik penghindaran pajak, ia menemukan adanya perusahaan baja asal Cina yang beroperasi secara ilegal di Indonesia.
Menurut Purbaya, Presiden Prabowo hanya mengetahui gambaran besar terkait praktik under invoicing dan penghindaran pajak ini. Meski begitu, sebagai Bendahara Negara, Purbaya merasa bahwa menuntaskan masalah-masalah di dua Direktorat di bawah Kementerian Keuangan itu menjadi tanggungjawabnya.
“Dia (Prabowo) liat gambar besarnya, dia tahu bahwa ada under invoicing sawit, ada under invoicing batu bara. Tapi gimana prakteknya itu kan bukan urusan dia, itu bagian saya untuk memastikan saya bisa menjalankan pesan Presiden itu sudah berkali-kali,” kata dia.
Karenanya, ia berkomitmen untuk menyelesaikan masalah under invoicing dan penghindaran pajak dalam 6 bulan ke depan.
“Jadi, nanti kita akan beresin. Saya nggak tahu level penindakannya seperti apa, tapi yang jelas kita akan kasih message ke mereka ke depan nggak bisa begitu lagi. (Kalau) begitu lagi, kita sikat perusahaannya. Saya nggak peduli,” tegas Purbaya.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































