tirto.id - PT Bank Negara Indonesia (BNI) membukukan laba bersih senilai Rp10,81 triliun pada semester I 2026. Nilai ini meningkat sekitar 6,3 persen dibanding laba bersih periode yang sama tahun lalu, yakni sebesar Rp10,17 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan mereka, BNI mencatat peningkatan laba ditopang kenaikan pendapatan bunga bersih menjadi Rp22,29 triliun dari Rp19,52 triliun pada semester I 2025. Lalu, laba operasional juga meningkat menjadi Rp13,12 triliun dari Rp12,37 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, penyaluran kredit BNI juga mencatatkan pertumbuhan. Hingga 30 Juni 2026, kredit yang disalurkan mencapai Rp968,54 triliun atau meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2025, yakni sebesar Rp899,53 triliun.
Kemudian, total aset perseroan juga naik menjadi Rp1.461 triliun dari Rp1.362 triliun pada akhir Desember 2025. Dari sisi penghimpunan dana, giro tercatat sebesar Rp428,64 triliun, tabungan Rp291,33 triliun, dan deposito Rp380,22 triliun per akhir Juni 2026.
Nilai deposito naik dibandingkan posisi akhir 2025, yakni senilai Rp314,88 triliun.
Di satu sisi, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross BNI tercatat sebesar 1,93 persen hingga akhir Juni 2026 atau membaik dibandingkan NPL gross senilai 1,95 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) atau kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) berada di level 18,09 persen.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id







































