Menuju konten utama

Bahlil: Impor Minyak Rusia Dilakukan Negara, Bukan Pertamina

Dia mengingatkan Indonesia menerapkan asas bebas aktif dalam perdagangan, termasuk impor minyak.

Bahlil: Impor Minyak Rusia Dilakukan Negara, Bukan Pertamina
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia dalam keterangan pers, di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2026). tirto.id/Qonita Azzahra
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan proses impor minyak mentah dari Rusia dilakukan oleh negara alias pemerintah pusat, bukan dilakukan oleh PT Pertamina.

Menurut dia, karena proses impor dilakukan pemerintah pusat, tidak ada negara lain yang dapat mengintervensi proses tersebut.

"Ingat ya, yang melakukan pengadaan [impor minyak] itu bukan Pertamina ya, negara. Jadi, negara enggak boleh diintervensi oleh negara lain, ya. Ini negara. Jadi, jangan dipleset-plesetin," tuturnya di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Bahlil menyebutkan setelah rampung mengimpor minyak dari luar negeri, pemerintah pusat akan menyiapkan proses distribusinya. Dia mengingatkan Indonesia menerapkan asas bebas aktif dalam perdagangan, termasuk impor minyak.

Kata Bahlil, pemerintah pusat tidak pernah membatasi negara lain untuk berdagang. Karena itu, negara lain diminta untuk tidak membatasi proses transaksi impor minyak Indonesia.

"Setelah negara ambil, baru negara mau siapkan untuk ke mana, untuk kepentingan rakyat, bangsa, dan negara. Itu urusan negaralah. Negara kita ini kan menganut asas bebas aktif," ucapnya.

"Kita tidak mendikte negara lain, tapi negara lain juga tidak boleh mendikte kita, ya. Independensi negara kita harus kita jaga sebagai bagian daripada pengabdian kita kepada Ibu Pertiwi," sambung Bahlil.

Dalam kesempatan itu, dia menambahkan, proses impor minyak Rusia tahap pertama telah rampung. Meski demikian, Bahlil mengaku tidak mengingat berapa jumlah minyak Rusia yang diimpor.

Dia turut memastikan pemerintah pusat akan kembali mengimpor minyak Rusia.

"Tahap pertama kan sudah. Aku lupa [berapa volume minyak yang diimpor]. Tahap dua lagi berjalan. Nanti, kita bikin kontrak yang panjang kok ya," sebut Bahlil.

Baca juga artikel terkait IMPOR MINYAK atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Insider
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fadrik Aziz Firdausi