tirto.id - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan belum ada laporan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam peristiwa longsor di Prefektur Nagano, Jepang.
Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengatakan pihaknya melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo terus memantau perkembangan situasi setelah longsor terjadi pada Sabtu (8/8/2026) malam.
“Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Tokyo terus memantau perkembangan situasi pascakejadian longsor yang terjadi di Prefektur Nagano, Jepang pada Sabtu (8/8) malam,” kata Heni kepada Tirto, Minggu (9/8/2026).
Heni mengatakan berdasarkan informasi media setempat, sekitar 390 orang terjebak di sekitar lokasi kejadian. Pemerintah Jepang saat ini masih melakukan asesmen terkait peristiwa tersebut.
Menurut Heni, hingga saat ini belum terdapat laporan mengenai WNI yang menjadi korban akibat longsor tersebut. “Sementara itu, sejauh ini tidak terdapat laporan terkait WNI yang menjadi korban atas kejadian longsor dimaksud,” kata dia.
Heni memastikan KBRI Tokyo akan terus memantau perkembangan situasi. Informasi terbaru terkait kondisi WNI di wilayah terdampak akan disampaikan apabila telah diperoleh.
“KBRI Tokyo akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan perkembangan pada kesempatan pertama,” pungkasnya.
Sebelumnya, longsor terjadi di Prefektur Nagano, Jepang, pada Sabtu malam. Material longsor menutup satu-satunya akses jalan menuju kawasan wisata pemandian air panas Nakabusa Onsen di Kota Azumino.
Akibat kejadian tersebut, sekitar 390 orang dilaporkan terisolasi di kawasan tersebut. Mereka terdiri atas tamu sejumlah fasilitas penginapan dan pendaki yang tengah berada di pondok gunung.
Hingga laporan terakhir, belum ada korban luka yang dilaporkan. Pemerintah Prefektur Nagano juga masih melakukan asesmen di lokasi untuk menentukan kondisi serta kapan akses jalan menuju kawasan tersebut dapat kembali dibuka.
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id





























