tirto.id - Empat perusahaan disegel oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) karena diduga menjadi penyebab banjir di Sumatera. Salah satunya yakni PT Sago Nauli. Ketahui pemilik PT Sago Nauli yang kebun dan pabriknya terletak di Mandailing Natal ini.
Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH), Diaz Hendropriyono, mengatakan bahwa telah dilakukan pemanggilan terhadap setidaknya delapan perusahaan. Sebanyak empat dari delapan perusahaan tersebut telah diperiksa dan disegel, sedangkan yang lainnya menyusul.
Keempat perusahaan yang disegel itu beroperasi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru. Salah satunya yakni PT Sago Nauli yang alamat kebun dan pabriknya, berdasarkan informasi dari laman web resmi, berada di Desa Sinunukan I dan II, Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal.
Lalu, siapakah pemilik PT Sago Nauli yang telah disegel KLH pada 7 Desember 2025 dan disebut telah menjadi penyebab banjir Sumatera akhir November 2025 kemarin? Simak penjelasannya berikut ini.
PT Sago Nauli Punya Siapa & Benarkah Penyebab Banjir Sumatera?
Laman web resmi PT Sago Nauli (sagonauli.com) memuat informasi terkait perusahaan ini. Di sana, disebutkan bahwa perusahaan ini bergerak di bidang perkebunan dan industri pengolahan sawit.
PT Sago Nauli berkantor di Medan, sementara kebun dan pabriknya ada di Mandailing Natal. Izin Lokasi telah diperoleh perusahaan ini dari Badan Pertanahan Nasional (d/h. Kabupaten Tapanuli Selatan) seluas kurang lebih 12.000 Ha.
Tanah tersebut merupakan areal bekas HPL dengan perincian kurang lebih 9.600 Ha untuk lahan Plasma dan Lahan Inti seluas kurang lebih 2.400 Ha yang terletak di Kecamatan Sinunukan, Natal dan Batahan (Kecamatan Batahan), Kabupaten Mandailing Natal (Tapanuli Selatan). Kemudian, izin lokasi itu juga diperkuat oleh Izin Pelaksanaan Transmigrasi yang diperoleh PT Sago Nauli pada 1977.
Di laman resminya tidak diperoleh informasi terkait siapa pemilik PT Sago Nauli. Namun, publik dapat mencari tahu informasi tambahan melalui akun Instagram resminya, yakni Sago Nauli (@sagonauli.official). Dalam salah satu unggahan pada 13 Desember 2024 lalu, tampil Ignatius Sago sebagai pemilik PT Sago Nauli dalam sebuah video dengan keterangan “Bapak Drs Ignatius Sago - Owner PT. Sago Nauli”.
Dengan demikian, publik mengetahui informasi bahwa pemilik PT Sago Nauli adalah Ignatius Sago. Sementara itu, di detik selanjutnya dalam unggahan yang sama, tampil juga Direktur Utama. Tertulis “H. Nur Kholis - Direktur Utama PT. Sago Nauli” di video tersebut.
Perusahaan ini, disebut dalam salah satu hasil penelitian Riswayanti, dkk. (2019), telah berhasil melaksanakan pembangunan dan pengelolaan perkebunan kelapa sawit PIR-Trans pola kemitraan Anak Bapak Angkat. Kemudian, sebagai bentuk tanggung jawab pemberdayaan penduduk asli, PT Sago Nauli juga memberikan kesempatan kerja di perusahaan tersebut kepada penduduk Desa Sinunukan dan sekitarnya.
Tak hanya itu, PT Sago Nauli juga menjelaskan bahwa perusahaannya telah memberikan bantuan renovasi terhadap instansi pendidikan di daerah sekitar perusahaan.
Menurut informasi di laman resminya, PT Sago Nauli memiliki kurang lebih sebanyak 830 orang karyawan. Perusahaan juga memberikan pelatihan kerja untuk peningkatan kemampuan pekerjanya.
Selain itu, komitmen lainnya dari perusahaan ini terhadap sumber daya manusia (SDM) dan masyarakat sekitar telah disebut dalam profil perusahaan. PT Sago Nauli memberikan bantuan sosial di bidang pendidikan, keagamaan, infrastruktur, olahraga, kesehatan, dan kesenian kepada masyarakat sekitar.
Perusahaan ini juga menyebut bahwa pihaknya mendukung kebebasan berserikat dan berkoperasi. Ini dibuktikan dengan adanya SPSN Mandiri dan Koperasi Serba Usaha Tani Mandiri.
Namun demikian, per 7 Desember 2025, PT Sago Nauli disegel oleh KLH. Bisnis perusahaan itu disebut telah dilakukan dengan pembukaan lahan yang membuat sejumlah DAS tertekan. Kemudian, pembabatan hutan juga memicu material kayu dan erosi dalam skala besar.
Pembaca yang ingin membaca artikel sejenis terkait banjir hari ini dapat mengakses tautan berikut ini.
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Wisnu Amri Hidayat
Masuk tirto.id
































