Menuju konten utama

Profil PT Agincourt Resources, Lokasi di Mana, & Perusahaan Apa?

Profil lengkap PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe di Batang Toru, Sumatra Utara ada di sini.

Profil PT Agincourt Resources, Lokasi di Mana, & Perusahaan Apa?
Logo PT Agincourt. foto/Agincourth

tirto.id - Setelah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) meminta PT Agincourt Resources untuk berhenti beroperasi sementara, banyak yang mulai penasaran dengan latar belakang perusahaan ini. Simak profil PT Agincourt Resources berikut.

Tambang Emas Martabe, yang dikelola oleh PT Agincourt Resources terletak di sisi barat Pulau Sumatra, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.

Area operasional tambang mencakup empat kabupaten, yaitu Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Mandailing Natal, dengan luas area tambang di Kabupaten Tapanuli Selatan sendiri mencapai 479 hektar.

Profil PT Agincourt Resources

PT Agincourt Resources adalah perusahaan pertambangan emas dan perak yang mengelola Tambang Emas Martabe, salah satu operasi pertambangan emas terbesar dan paling modern di Indonesia.

Berlokasi di Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatra Utara, perusahaan ini memulai produksi penuh pada 24 Juli 2012 dan sejak itu berkembang menjadi pemimpin industri dalam keselamatan kerja, keberlanjutan, inovasi teknologi, serta kinerja operasional.

Tambang Emas Martabe berada dalam wilayah Kontrak Karya generasi keenam seluas 1.303 kilometer persegi, dengan area operasional sekitar 509 hektar. Konsesi ini awalnya mencapai 6.560 kilometer persegi ketika ditetapkan pada 1997, sebelum kemudian mengalami beberapa penyesuaian luas.

Tambang ini terletak pada jalur Sesar Sumatra yang kaya mineral, memungkinkan terbentuknya endapan emas dan perak bernilai tinggi. Hingga 30 Juni 2022, Martabe memiliki sumber daya mineral sebesar 6,5 juta ons emas dan 64 juta ons perak, dengan kapasitas pengolahan lebih dari 7 juta ton bijih per tahun, menghasilkan lebih dari 200.000 ons emas dan 1–2 juta ons perak setiap tahun.

Operasional tambang mencakup tiga pit terbuka yaitu Pit Purnama (dibuka pada tahun 2011), Pit Barani (dibuka pada tahun 2016), dan Pit Ramba Joring (dibuka pada tahun 2017).

Ditambah fasilitas pengolahan bijih konvensional Carbon-In-Leach (CIL) yang didukung oleh infrastruktur lengkap seperti fasilitas tailings, instalasi pengolahan air, depot bahan bakar, switchyard, bengkel, gudang, laboratorium analisis, camp perumahan, fasilitas olahraga, bangunan administrasi, dan klinik.

Kegiatan eksplorasi terus dilakukan setiap tahun untuk mengidentifikasi sumber daya tambahan, baik di area Martabe maupun wilayah regional. Sepanjang tahun 2023 saja, perusahaan melaksanakan pengeboran sepanjang 53.900 meter.

PT Agincourt Resources mempekerjakan lebih dari 3.000 karyawan dan kontraktor, dengan sekitar 99 persen merupakan warga negara Indonesia dan lebih dari 70 persen berasal dari desa-desa sekitar tambang.

Perusahaan juga memperhatikan komunitas sekitar melalui program keberlanjutan yang kuat, termasuk perhatian khusus terhadap 15 Desa Lingkar Tambang (Directly Affected Villages/DAV) agar tetap berkembang dan layak huni selama masa operasi tambang.

Baca juga artikel terkait BENCANA ALAM atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra