tirto.id - Paus Fransiskus meninggal dunia pada Senin (21/4/2025) lalu. Wacana siapa penerus Pope Francis yang bakal menjadi pemimpin Katolik selanjutnya pun mulai mengemuka. Kardinal asal Filipina, Luis Antonio Tagle, disebut-sebut menjadi salah satu kandidat terkuat Paus baru nantinya.
Sosok Luis Antonio Tagle seringkali dianggap mirip dengan Paus Fransiskus karena memegang nilai-nilai progresif dan liberal yang serupa. Mantan Uskup Agung Manila berjuluk "Fransiskus Asia" ini dianggap memenuhi semua persyaratan untuk menjadi Paus berikutnya.
Jika nantinya terpilih, Luis Antonio Tagle bakal menjadi Paus pertama di era modern yang berasal dari Asia.
Kenapa di era modern? Karena Paus pertama yakni Santo Petrus (30-67 Masehi) konon lahir di tempat yang disebut-sebut termasuk kawasan Asia yang kala itu masih menjadi wilayah kekuasaan Kekaisaran Romawi.
Selain itu, ada juga Paus Gregorius III (ditetapkan mulai 18 Maret 731 hingga 28 November 741) yang juga berasal dari luar Eropa, yakni dari Suriah yang pada saat itu merupakan bagian dari Kekhalifahan Umayyah.
Profil Luis Antonio Tagle, Salah Satu Kandidat Penerus Paus Fransiskus
Dalam sejarah kepemimpinan kepausan, sangat jarang terjadi seorang Paus yang berasal dari luar Eropa. Tercatat, Paus Fransiskus merupakan Paus pertama yang lahir di luar Eropa dalam lebih dari satu milenium, atau sejak terakhir oleh Paus Gergorius III (731-741). Tak hanya itu, Paus Fransiskus menjadi Paus Amerika Latin pertama ketika terpilih pada tahun 2013.
Setelah meninggalnya Paus Fransiskus, banyak nama mulai bermunculan digadang-gadang menjadi penggantinya. Profesor teologi dari Universitas Vanderbilt, Bruce Morrill menilai sangat mungkin Paus yang baru berasal dari Asia atau Afrika.
Melansir ABC News, para ahli menilai pengganti Paus Fransiskus bisa jadi adalah seseorang yang meneruskan warisan progresifnya dan mencerminkan pendekatan pastoralnya, Kemungkinan lain, pengganti Paus Fransiskus merupakan seseorang dengan pendekatan yang lebih konservatif.
Para ahli tersebut menilai penerus Paus Fransiskus adalah seorang pria yang dikenal sebagai "Fransiskus Asia", yang tidak lain adalah Kardinal Luis Antonio Gokim Tagle dari Filipina.
“Jika terpilih, Tagle akan menjadi Paus Asia pertama (di era modern),” menurut para ahli dalam laporan ABC News, Rabu (23/4/2025).
Tagle atau yang senang dijuluki “Chito” lahir pada tanggal 21 Juni 1957 di Manila, Filipina. Tagle mengenyam pendidikan agama di Sekolah St. Andrew, Parañaque, yang saat itu dikelola oleh Scheut Missionaries.
Setelah lulus, Tagle masuk Seminari St. Jose antar keuskupan di ibu kota, yang dikelola oleh para Jesuit. Kemudian, Ia melanjutkan belajar filsafat di Universitas Athenaeum Manila dan teologi di Sekolah Teologi Loyola.
Pada tahun 1985, ia dikirim ke Universitas Katolik Amerika di Washington, D.C. untuk mempelajari teologi sistematis. Pada tahun 1987, Tagle memperoleh lisensi dalam teologi sacral. Kemudian, pada tahun 1991, Tagle mendapat gelar doktor dengan predikat summa cum laude.
Sekembalinya ke Imus pada 1992, Tagle kembali menjabat sebagai Rektor Seminari. Ia juga menjadi anggota Dewan Konsultan dan Dewan Presbiteral serta Vikaris Episkopal untuk religius. Pada tahun 1998, Tagle diangkat menjadi pendeta paroki Katedral Our Lady of Pilar.
Tercatat, Tagle juga aktif dalam kegiatan Konferensi Waligereja di Asia. Ia juga terlibat dalam menyelenggarakan seminar pembaruan bagi para imam, biarawan, dan awam di Filipina dan luar negeri.
Tagle juga terlibat dalam penyusunan sejarah Konsili Vatikan Kedua. Tahun 1997, Tagle diangkat menjadi anggota Komisi Teologi Internasional. Selang satu tahun tepatnya pada 1998, Tagle menjadi pakar dalam Sidang Khusus untuk Asia dari Sinode Para Uskup.
Tagle juga diangkat menjadi menjadi Uskup Imus dan ditahbiskan sebagai uskup pada 2001. Kemudian, tanggal 13 Oktober 2011, ia diangkat menjadi Uskup Agung Manila. Ia mengambil alih keuskupan agung tersebut pada 12 Desember 2011.
Kemudian, pada 2012, Tagle diangkat dan diproklamasikan sebagai Kardinal oleh Benediktus XVI dalam konsistori, dengan Gelar San Felice da Cantalice a Centocelle (Santo Felix dari Cantalice a Centocelle).
Sejak Mei 2015, Tagle Presiden Caritas Internationalis dan terlibat langsung dalam konklaf pada Maret 2013, yang memilih Paus Fransiskus.
Tagle juga termasuk dalam anggota Prefek Kongregasi untuk Evangelisasi Bangsa-Bangsa yang diangkat langsung oleh Paus Fransiskus pada 8 Desember 2019.
Kemudian, tanggal 1 Mei 2020 dengan Rescriptum ex Audentia Ss.mi, Bapa Suci Fransiskus memutuskan untuk mengangkat Kardinal Tagle ke dalam Ordo Uskup, menyamakannya dalam segala hal dengan para Kardinal yang diberi Gelar Gereja pinggiran kota.
Seberapa Kuat Potensi Luis Antonio Tagle jadi Paus Baru?
Profesor teologi Universitas Vanderbilt, Bruce Morrill menyampaikan peluang Tagle menjadi pengganti Paus Fransiskus. Hal ini sangat mungkin apabila para elektor yang memiliki hak suara dalam konklaf menghendaki keberlanjutan gaya kepemimpinan Paus Fransiskus
"Jika para elektor akan beralih ke seseorang dan melihat jalan yang harus ditempuh adalah melanjutkan, dengan kuat, prioritas mendiang Paus Fransiskus, Tagle sesuai dengan kriteria itu," kata Morrill, mengutip laporan ABC News, Rabu (23/4/2025).
Morrill juga menilai Tagle layak terpilih menjadi pimpinan tertinggi umat Katolik yang meneruskan Paus Fransiskus dan menjadi titik temu antara kepemimpinan progresif dan konvensional.
"Itu mungkin bisa menjadi titik kontinuitas jika dia terpilih menjadi Paus," ucap Morrill.
Meski peluang Tagle sangat besar untuk menjadi Paus baru, namun persentase elektor kardinal terbesar dipegang oleh Eropa dengan jumlah sekitar 39 persen. Jumlah tersebut masih terbilang besar, meski sudah menurun ketimbang pada 2013 yang mencapai 52 persen.
Kelompok elektor terbesar kedua berasal dari Asia dan Oseania, sekitar 20 persen, yang dapat menjadi pihak terpenting dalam memilih Tagle sebagai Paus berikutnya.
Para kardinal inilah yang akan melakukan konklaf atau pemilihan Paus baru dengan memberikan hak suaranya. Sesuai dengan peraturan konklaf yang diperbarui pada 1975, kardinal yang memiliki hak suara harus berusia di bawah 80 tahun, dengan jumlah maksimum 120 kardinal elektor.
Total kardinal di dunia ada 252, 135 di antaranya adalah kardinal elektor yang berusia di bawah 80 tahun. Sebanyak 108 elektor ditunjuk oleh Fransiskus, 22 oleh pendahulunya Benediktus, dan lima oleh Yohanes Paulus II.
Berdasarkan ketentuan yang berlaku, 67 orang memilih Paus baru yang ditunjuk oleh Benediktus XVI dan 49 oleh pendahulunya Yohanes Paulus II. Dari jumlah tersebut, ada yang berasal dari Eropa, termasuk Italia, Amerika Latin, Amerika Utara, Afrika, Asia, hingga Oseania.
------------------------
* Artikel ini telah mengalami sedikit penyuntingan ulang di tulisan maupun judul sebagai bentuk koreksi dan penyesuaian. Redaksi memohon maaf atas ketidaknyamanan ini.
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Dicky Setyawan
Masuk tirto.id


































