tirto.id - Puluhan ribu pelayat rela mengantre selama berjam-jam untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Paus Fransiskus yang disemayamkan di Basilika Santo Petrus menjelang pemakamannya pada Sabtu (26/4/2025) besok.
Seperti dilansir Reuters, antrean panjang mengular di Alun-Alun Santo Petrus dan jalan-jalan di sekitarnya hingga ke altar utama basilika, tempat jenazah Sri Paus dibaringkan. Basilika Santo Petrus pun tetap buka hampir sepanjang malam untuk mengakomodasi banyaknya orang yang ingin melayat.
Pejabat Vatikan mengatakan bahwa hingga pukul 19.00 malam waktu setempat, lebih dari 90.000 orang telah memberikan penghormatan kepada mendiang Paus Fransiskus. Hanya pendeta dan tamu istimewa yang diizinkan duduk sebentar di bangku yang didirikan di kedua sisi peti jenazah, sementara yang lainnya tidak bisa berlama-lama.
"Setelah 3,5 jam mengantre, kaki kami terasa sakit dan lelah. Namun, kami bertemu dengan Paus Fransiskus dan pengalaman itu, meskipun melelahkan, memberikan peneguhan spiritual," kata seorang pelayat bernama Richard Lamb dari New Jersey, AS, dikutip Jumat (25/4/2025).
"Kami mengantre bersama rombongan dari Italia, Spanyol, Inggris, Jerman, Brasil, Australia, Polandia, AS, Filipina... itu adalah pengalaman yang panjang dan luar biasa," sambungnya.
Pelayat lain yang rela mengantre menyebut bahwa Paus Fransiskus adalah seorang yang luar biasa.
"Saya akan sangat merindukannya karena rasanya seperti saya telah kehilangan sebagian dari diri saya,” kata warga Roma bernama Alessandra Caccamo saat mengantre di luar Vatikan.
Sebagai informasi, sekitar 50 kepala negara, termasuk Presiden AS, Donald Trump, diperkirakan akan hadir di Alun-Alun Santo Petrus untuk mengikuti upacara pemakaman Paus Fransiskus pada Sabtu besok, sementara jutaan orang lainnya diperkirakan akan menonton melalui televisi di seluruh dunia.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id































