tirto.id - Abdul Azis, Bupati Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra), sempat dikabarkan terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, kabar itu dibantah oleh sang bupati.
Dikutip dari Antara, Abdul Azis bahkan mengaku tidak mengetahui tentang OTT yang dilakukan KPK di daerahnya. "Saya tidak tahu, di Kendari ini (saat ditanya posisinya)," kata Abdul Azis, Kamis (7/8/2025).
Sementara itu, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan bahwa saat ini tim penyidik KPK tengah melakukan penindakan di Sultra. Menurutnya, ada sejumlah pihak yang turut ditangkap.
Akan tetapi, Budi belum menjelaskan dugaan perkara yang dikenakan dalam OTT tersebut, mengingat aktivitas penyidikan masih berlangsung.
"Nanti akan kami update kembali siapa saja yang diamankan ,barang apa saja yang diamankan, termasuk terkait dengan perkara apa," katanya.
Abdul Azis merupakan mantan polisi yang memenangkan dalam Pilkada Kolaka Timur 2024 hingga menjabat sebagai Bupati daerah tersebut periode 2025-2030. Berikut profil dan harta kekayaan Bupati Kolaka Timur tersebut.
Profil Abdul Azis Bupati Kolaka Timur dan Jejak Kariernya
Abdul Azis merupakan putra daerah Sulawesi Tenggara yang kini dikenal sebagai politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem). Menurut laman resi Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka Timur, ia lahir di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, pada 5 Januari 1986.
Sebelum menjadi bupati, Abdul Azis merupakan anggota Polri. Ia merupakan lulusan Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri SPN Batua pada 2004.
Karier Abdul Azis sebagai polisi berlangsung selama 18 tahun, yakni dari 2004 hingga tahun 2022. Masa tersebut dipakai Abdul Azis untuk menapaki jenjang karier hingga menjadi bintara tinggi berpangkat Ajun Inspektur Polisi Dua (Aipda) di satuan reserse.
Pada 2022 tersebutlah ia memutuskan untuk terjun ke politik dan menghentikan masa dinasnya di kepolisian.
Di Kolaka Timur, karier politik Abdul Azis terbilang unik. Ia memulai karier politik tak dari pemilu seperti kepala daerah lainnya. Situasi di pucuk kepemimpinan Kolaka Timur membuatnya naik.
Hal tersebut bermula dari hasil Pilkada Kolaka Timur tahun 2020. Saat itu, pasangan Samsul Bahri dan Andi Merya berhasil keluar sebagai pemenang setelah meraup suara terbanyak.
Akan tetapi, belum sebulan menjabat, Samsul Bahri meninggal dunia, membuat jabatan bupati harus diisi oleh wakilnya, Andi Merya.
Selang tiga bulan ketika Andi Merya diangkat jadi bupati, politikus Gerindra ini terjaring OTT KPK pada 2021. Hal ini membuat posisi Bupati Kolaka Timur kembali lowong.
Setelah sempat tak memiliki bupati, DPRD Kolaka Timur kemudian melakukan pemilihan wakil bupati agar posisi kepala daerah bisa diisi. Di sinilah Abdul Azis muncul.
Abdul Azis yang baru saja berhenti dari dinas kepolisian kemudian dipilih DPRD Kolaka Timur yang kala itu dikuasai koalisi NasDem pada 2022.
Sejak pengangkatan itu, Abdul Azis kemudian menjadi Wakil Bupati Kolaka Timur secara definitif dan bekerja sebagai bupati yang sebelumnya lowong.
Setahun berselang, pada 2023, Abdul Azis dilantik sebagai Bupati Kolaka Timur secara definitif oleh Pj. Gubernur Sulawesi Tenggara kala itu, Komjen Pol. Andap Budhi Revianto. Pelantikan ini dilakukan atas keputusan yang tertuang dalam SK Mendagri kala itu, Jenderal Pol. (Purn.) Tito Karnavian.
Selama lebih dari 1 setengah tahun, Abdul Azis kemudian menjadi bupati definitif dan memerintah di Kolaka Timur hingga habis masa jabatan pada Februari 2025.
Dalam Pilkada Serentak 2024 lalu, Abdul Azis maju sebagai calon bupati petahana dengan wakil Yosep Sahaka. Keduanya diusung dan didukung oleh NasDem, PAN, dan PBB.
Pasangan tersebut keluar sebagai pemenang pemilu setelah mendapatkan lebih dari 50 persen suara secara total. Namun, kini, belum genap setahun menjabat, Abdul Azis mengikuti rekam jejak pendahulunya yang terjaring OTT KPK.
Sementara itu, berdasarkan Laporan Harta kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK per 28 Maret 2024, atau setelah 18 tahun jadi bintara dan sekira 2 tahun jadi bupati, Abdul Azis melaporkan memiliki kekayaan senilai Rp7.217.14.804.
Dari total kekayaan senilai Rp7 miliar tersebut, klasifikasi aset dengan nilai tertinggi adalah tanah dan bangunan. Abdul Azis melaporkan memiliki sejumlah aset jenis ini dari Kendari hingga Mamuju dengan total nilai mencapai Rp5,9 miliar.
Jumlah kekayaan mencapai Rp7 miliar tersebut terbagi menjadi beberapa tanah dan bangunan senilai Rp5,9 miliar.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan
Masuk tirto.id




























