tirto.id - Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Bobby Adhityo Rizaldi menjadi perhatian publik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan keterkaitannya dalam perkara suap pengondisian hasil audit BPK terhadap Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Berikut profil lengkap dan harta kekayaannya.
Bobby merupakan anggota V BPK RI periode 2024-2029 yang juga dikenal sebagai politisi Partai Golkar. Status Bobby Adhityo Rizaldi dalam perkara dugaan suap pengondisian hasil audit BPK di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan masih sebagai pihak yang didalami oleh KPK.
Dalam perkembangan penyidikan, KPK juga melakukan penggeledahan di rumah Bobby pada 14 Juli 2026. Penggeledahan tersebut merupakan bagian dari tindakan penyidik dalam mencari dan mengumpulkan bukti yang berkaitan dengan perkara yang sedang ditangani.
Profil Anggota BPK Bobby Adhityo Rizaldi
Bobby Adhityo Rizaldi lahir di Jakarta pada 25 Februari 1974. Sebelum dipercaya menjadi anggota BPK RI, ia telah melalui perjalanan panjang sebagai profesional di sektor akuntansi dan energi, kemudian mengabdikan diri selama tiga periode sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).
Bobby menempuh pendidikan dasar dan menengah di Jakarta, yakni di SD Negeri 07 Tebet Timur, SMP Negeri 115 Jakarta, dan SMA Negeri 3 Jakarta. Ia kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Trisakti dengan mengambil bidang Akuntansi.
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, ia melanjutkan studi Master of Business Administration (MBA) di Cleveland State University, Ohio, Amerika Serikat pada tahun 1998.
Pada tahun 2022, Bobby kembali memperdalam kapasitas akademiknya dengan menempuh pendidikan doktoral di Universitas Pertahanan Republik Indonesia (UNHAN RI), Jakarta.
Selain memiliki latar belakang akademik, Bobby juga memiliki berbagai sertifikasi profesional. Ia menyandang gelar profesi Akuntan (Ak.), Chartered Accountant (CA), Certified Fraud Examiner (CFE), serta Certified State Finance Auditor (CSFA).
Sebelum memasuki dunia politik, Bobby memiliki pengalaman profesional di sejumlah perusahaan dan lembaga ternama. Ia mengawali karier di bidang audit melalui KPMG Hanadi Sujendro & Rekan.
Setelah menyelesaikan pendidikan MBA di Amerika Serikat, ia sempat bekerja sebagai Accountant di Robert Half, Inc., Amerika Serikat pada periode 1998 hingga Juli 1999.
Ia juga pernah berkarier di Deloitte Touche Tohmatsu serta bergabung dengan ConocoPhillips Indonesia sebagai Financial Analyst pada periode 2002-2004.
Selanjutnya, Bobby dipercaya menjadi pengawas di Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Jakarta pada tahun 2004-2008.
Karier Politik Bobby
Perjalanan Bobby di dunia politik dimulai melalui Partai Golkar. Ia terpilih menjadi anggota DPR RI untuk pertama kalinya pada periode 2009-2014.Saat itu, ia ditempatkan di Komisi VII DPR RI yang membidangi energi, sumber daya mineral, riset, teknologi, dan lingkungan hidup. Pada periode 2014-2019, Bobby kembali dipercaya masyarakat untuk duduk sebagai anggota DPR RI dan bertugas di Komisi I.
Bobby juga masuk dalam Badan Anggaran (Banggar) DPR RI yang berperan penting dalam pembahasan kebijakan fiskal dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Selama berada di parlemen, Bobby memegang sejumlah posisi strategis di Partai Golkar, termasuk sebagai Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Partai Golkar Wilayah Sumatera Bagian Selatan.
Di lingkungan organisasi kemasyarakatan, ia menjadi Ketua Paguyuban Kosgoro 57 DPR RI serta menjadi anggota ASEAN Parliamentarians for Human Rights (APHR).
Selain itu, ia memiliki pengalaman kepemimpinan dalam organisasi kepemudaan dan olahraga, antara lain melalui keterlibatannya dalam Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Kosgoro 1957, serta Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Sumatera Selatan.
Pada tahun 2024, Bobby memasuki babak baru dalam perjalanan pengabdiannya kepada negara setelah terpilih sebagai Anggota Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) untuk periode 2024-2029.
Dalam struktur BPK RI, Bobby dipercaya menjabat sebagai Anggota V BPK RI dengan tanggung jawab melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah lembaga dan kementerian strategis, termasuk sektor yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan keagamaan dan pelayanan publik.
Harta Kekayaan Anggota BPK Bobby Adhityo Rizaldi
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan pada tanggal 10 Maret 2026 untuk periode pelaporan tahun 2025, Bobby Adhityo Rizaldi mempunyai total harta kekayaan sebelum dikurangi kewajiban atau utang tercatat sebesar Rp27.840.932.646.
Tanah dan Bangunan
Pada kategori tanah dan bangunan, Bobby memiliki total aset senilai Rp20.371.500.000. Aset properti tersebut tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Jakarta Selatan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Prabumulih, Tangerang Selatan, Bogor, dan Malang.Aset dengan nilai terbesar berupa tanah dan bangunan seluas 300 meter persegi tanah dan 300 meter persegi bangunan di Jakarta Selatan dengan nilai tercatat sebesar Rp8.500.000.000. Selain itu, terdapat tanah seluas 700 meter persegi di Jakarta Selatan dengan nilai Rp5.000.000.000, serta tanah dan bangunan seluas 354 meter persegi tanah dan 202 meter persegi bangunan di Jakarta Selatan dengan nilai Rp2.550.000.000.
Aset properti lainnya meliputi tanah dan bangunan seluas 1.054 meter persegi tanah dan 500 meter persegi bangunan di Ogan Komering Ilir dengan nilai Rp1.000.000.000.
Bobby juga tercatat memiliki tanah dan bangunan di Kota Prabumulih dengan luas 102 meter persegi tanah dan 102 meter persegi bangunan senilai Rp300.000.000, serta tanah dan bangunan di Tangerang Selatan seluas 36 meter persegi tanah dan 29 meter persegi bangunan dengan nilai Rp477.000.000.
Selain itu, terdapat beberapa kepemilikan tanah tanpa bangunan, yaitu tanah seluas 240 meter persegi di Bogor senilai Rp360.000.000, tanah seluas 323 meter persegi di Bogor senilai Rp484.500.000, serta tanah seluas 507 meter persegi di Malang dengan nilai Rp1.700.000.000.
Transportasi
Pada kategori alat transportasi dan mesin, total nilai aset yang dilaporkan mencapai Rp2.980.000.000. Kendaraan dengan nilai terbesar adalah Toyota Land Cruiser tahun 2019 dengan nilai pelaporan sebesar Rp1.100.000.000.Selain itu, Bobby memiliki Toyota Alphard 2.5 G A/T tahun 2023 dengan nilai Rp980.000.000, serta Porsche Macan tahun 2016 dengan nilai Rp900.000.000.
Harta Bergerak Lainnya
Bobby melaporkan nilai sebesar Rp80.000.000 di kategori harta bergerak lainnya. Dalam kategori kas dan setara kas, Bobby tercatat memiliki nilai sebesar Rp4.409.432.646.Setelah dikurangi dengan total kewajiban berupa utang sebesar Rp548.302.000, nilai kekayaan bersih Bobby yang tercatat dalam LHKPN mencapai Rp27.292.630.646.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id


































