Menuju konten utama

Prabowo Tambah Kartu Sembako Rp200 Ribu untuk 18,3 Juta Keluarga

18,3 juta KPM akan mendapatkan tambahan bantuan Kartu Sembako senilai Rp200 ribu per bulan.

Prabowo Tambah Kartu Sembako Rp200 Ribu untuk 18,3 Juta Keluarga
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat penyerahan zakat kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (27/3/2025). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menambah nominal bantuan sosial yang menjadi salah satu bagian dari paket stimulus ekonomi untuk bulan Juni–Juli 2025.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, sebanyak 18,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM) akan mendapatkan tambahan bantuan Kartu Sembako senilai Rp200 ribu per bulan. Bantuan tersebut akan disalurkan melalui Kementerian Sosial (Kemensos) dan dibayarkan pada Juni 2025.

“Saat ini untuk penebalan bantuan sosial akan diberikan tambahan dana 200 ribu per bulan, untuk 2 bulan kepada penerima sasaran kelompok penerima manfaat untuk program kartu sembako sebesar 18,3 juta kelompok penerima manfaat,” ujarnya dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/6/2025).

Selain itu, pemerintah juga akan memberikan bantuan pangan berupa 10 kilogram (kg) beras gratis per bulan selama dua bulan. Dengan demikian, penerima manfaat akan memperoleh total 20 kg beras.

Bantuan pangan tersebut akan disalurkan melalui Badan Pangan Nasional dan Kementerian Pertanian. Untuk menyalurkan bantuan Kartu Sembako dan beras gratis ini, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp11,93 triliun.

“Pak Mentan (Amran Sulaiman) akan menjaga penyaluran beras bisa membantu kelompok paling miskin dan rentan tanpa menyebabkan harga beras turun di tingkat petani,” kata Sri Mulyani.

“Karena kita selalu harus mencari keseimbangan harga beras yang bisa meningkatkan kesejahteraan petani dan harus dijaga nilai tukar petaninya dengan harga beras yang dijangkau oleh terutama kelompok miskin perkotaan agar bisa terjangkau,” tutupnya.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menambahkan bahwa bantuan pangan akan difokuskan untuk wilayah yang produksi berasnya minim, seperti Maluku dan Papua. Selain itu, bantuan juga menyasar daerah perkotaan yang tidak memproduksi beras.

“Kita akan mengeluarkan bantuan sosial yaitu jumlahnya 180 ribu ton per bulan. Dua bulan 360 ribu ton. Kita akan bagi ke masyarakat tidak mampu,” kata Amran.

“Daerah perkotaan yang juga tidak menghasilkan beras. Ketiga daerah penghasil, khusus pulau jawa harus kita lindungi, kita melihat yang kabupaten yang harga beras sudah melebihi HPP yang ditetapkan pemerintah,” imbuh Amran.

Menurut Amran, kebijakan ini merupakan strategi pemerintah untuk menjaga kestabilan harga baik di tingkat petani maupun konsumen.

“Sekali lagi alhamdulillah sektor pertanian komponen ntp cukup baik dan stok kita cukup aman karena yang kita akan keluarkan hanya 360 ribu ton dan kemungkinan tahun ini serapannya bisa 400-500 ribu ton,” kata Amran.

Sebelumnya, pemerintah telah mengumumkan lima paket stimulus ekonomi yang akan digelontorkan selama libur sekolah Juni-Juli 2025. Stimulus tersebut mencakup bantuan langsung tunai, subsidi transportasi, potongan tarif tol, hingga insentif jaminan sosial ketenagakerjaan. Total anggaran yang disiapkan mencapai lebih dari Rp24 triliun.

Pemerintah juga menebalkan program perlindungan sosial melalui tambahan bantuan pangan dan Kartu Sembako. Sebanyak 18,3 juta keluarga penerima manfaat akan menerima tambahan Rp200 ribu dan 10 kg beras per bulan selama dua bulan. Namun, bantuan tersebut akan disalurkan sekaligus pada Juni. Program ini menyedot anggaran hingga Rp11,93 triliun.

Baca juga artikel terkait SEMBAKO atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Insider
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Hendra Friana