tirto.id - Presiden Prabowo Subianto, menginstruksikan agar segera memperbaiki 1.800 perlintasan kereta api. Instruksi itu, disampaikan Prabowo kepada Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi dan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyiddin.
Perintah ini disampaikan menyusul adanya kecelakaan kereta KA Argo Bromo dengan KRL Commuter Line terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 20.55 WIB.
"Saya sudah perintahkan, segera kami akan perbaiki semua, ya lintasan tersebut ya," katanya saat mengunjungi para korban kecelakaan kereta, di RSUD Bekasi, dikutip YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (28/4/2026).
Prabowo mengakui sejak dibangun pada masa penjajahan Belanda, tidak banyak perbaikan perlintasan yang dilakukan. Banyak perlintasan kereta api yang tidak memiliki penjaga atau jembatan penyeberangan (flyover).
"Kemudian di Jawa ada 1.800 titik yang juga lintasan seperti ini, ini dari jaman, saya kira dari jaman Belanda ya, sudah berapa puluh tahun. Sekarang sudah lah kita selesaikan semua itu," tambahnya.
Perbaikan perlintasan akan dilakukan dengan dua cara, membangun pos-pos penjagaan perlintasan atau flyover. Terkhusus Bekasi, pascaterjadinya kecelakaan semalam Prabowo mengaku sudah menyetujui permohonan Pemerintah Daerah (Pemda) Bekasi untuk pembuatan flyover.
"Secara garis besar memang kita perhatikan lintasan-lintasan kereta api ini banyak yang tidak dijaga ya, banyak yang dijaga. Kita segera akan atasi pemerintah daerah Bekasi telah mengajukan dibuat flyover karena Bekasi ini juga padat ya dan keperluan kereta api itu sangat penting, sangat-sangat mendesak. Jadi, saya sudah setujui segera dibangun flyover langsung oleh bantuan Presiden," jelas dia.
Dalam lingkup nasional, ia akan segera menunjuk pelaksana perbaikan perlintasan. Setidaknya, anggaran sebesar Rp4 Triliun sudah disiapkan untuk program perbaikan perlintasan ini.
"Kita perhitungkan sekitar hampir Rp4 triliun ya, Rp4 triliunya. Demi keselamatan dan demi karena kita sangat penting, kita sangat perlu kereta api, kita harus keluarkan itu. Sekarang saatnya sudah, berapa puluh tahun tidak dilakukan, kita sekarang lakukan ya," tegasnya.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id
































