Menuju konten utama

Prabowo Minta Purbaya Kebut Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Purbaya akan segera melakukan evaluasi atas berbagai instrumen di sektor keuangan yang bisa dioptimalkan untuk mendongkrak pertumbuhan ke depan.

Prabowo Minta Purbaya Kebut Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor LPS, Jakarta, Selasa (27/5/2025). tirto.id/Nabila Ramadhanty Putri Darmadi
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa dirinya mendapatkan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. Pernyataan ini disampaikan usai dirinya dilantik sebagai Menteri Keuangan mengantikan Sri Mulyani Indrawati.

"Tapi pesan presiden adalah balik arah ekonomi, ciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat, secepat mungkin. Itu yang akan kita kerjakan ke depan," ujar Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (8/9/2025).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2025 mencapai 5,12 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Kinerja ekonomi pada periode ini ditopang oleh kuatnya konsumsi rumah tangga, peningkatan mobilitas masyarakat, serta pertumbuhan investasi domestik maupun asing.

Untuk mendorong pertumbuhan lebih besar, Purbaya akan segera melakukan evaluasi atas berbagai instrumen di sektor keuangan yang bisa dioptimalkan untuk mendongkrak pertumbuhan ke depan.

"Saya akan melihat di keuangan ada apa, instrumen apa yang masih bisa kita optimalkan, disitu akan kita maksimalkan supaya ekonominya jalan lagi," sebut dia.

Sementara itu, Purbaya mengaku belum ada instruksi khusus dari Prabowo terkait target penerimaan negara, khususnya sektor perpajakan. Namun, ia menegaskan fokus utamanya saat ini adalah mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

"Belum, belum ada. Saya disuruh belajar sama Dirjen Pajak," ujar Purbaya.

Menurutnya, perbaikan penerimaan negara, terutama dari sektor pajak, akan lebih efektif dicapai melalui percepatan pertumbuhan ekonomi ketimbang melalui perubahan struktur pajak dalam waktu dekat.

"Kalau Anda lihat, biasanya yang konstan apa? Tax ratio kan konstan, tax per PDB. Let's say kita nggak bisa berubah dalam waktu dekat. Untuk meningkatkan tax, ya kita percepat pertumbuhan ekonominya. Kira-kira begitu," jelas Purbaya.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya melantik Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Kuangan menggantikan posisi Sri Mulyani Indrawati. Pelantikan ini dilakukan di Istana Negara, pada Senin (8/9/2025).

"Mengangkat sebagai menteri dan wakil menteri negara Kabinet Merah Putih dalam sisa masa jabatan periode tahun 2024 2029 masing-masing satu, Purbaya Yudi Sadewa sebagai Menteri Keuangan," ucap MC membacakan salinan tentang pemberhentian dan pengangkatan menteri dan wamen 2024-2029.

Selain Purbaya, Prabowo juga melantik Mukhtarudin yang ditunjuk menjadi Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia menggantikan Abdul Kair Karding.

Prabowo juga melantik M Irfan Yusuf menjadi Menteri Haji dan Umrah serta Dahnil Azhar menjadi Wakil Menteri Haji dan Umrah.

Setelahnya Prabowo meminta mereka untuk mengucap sumpah. "Bersediakah saudara-saudara untuk diambil sumpah menurut agama Islam?" tanya Prabowo.

"Bersedia," timpal para pejabat yang dilantik.

Prabowo kemudian membacakan sumpah menurut agama Islam dan diikuti oleh para pejabat yang dilantik.

"Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara," ujar Prabowo diikuti para pejabat.

"Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik2nya, dengan penuh rasa tanggung jawab."

Baca juga artikel terkait RESUFFLE KABINET atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dwi Aditya Putra