tirto.id - Presiden Prabowo Subianto bermalam di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026), setelah merampungkan rangkaian kunjungan kerjanya di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dan Balikpapan, Kalimantan Timur.
Kunjungan ini menjadi yang pertama bagi Prabowo ke IKN sejak resmi dilantik sebagai Presiden ke-8 RI.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, membenarkan agenda tersebut. Ia mengatakan Presiden tiba di IKN pada petang hari usai menyelesaikan agenda di Balikpapan.
“Setelah tadi pagi dari Banjarbaru di Kalimantan Selatan, dan siangnya di Balikpapan, Kalimantan Timur, [agenda selanjutnya Presiden] lalu menginap di IKN,” kata Seskab Teddy saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin malam.
Dari Balikpapan, Presiden Prabowo menumpang helikopter kepresidenan Agusta Westland 189 (AW 189) dan mendarat di helipad Istana Garuda, Kawasan Inti IKN, sekitar pukul 18.45 WITA.
Kedatangannya disambut Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono. Prabowo tiba didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, serta sejumlah pejabat terkait.
Menurut Teddy, selepas agenda di IKN, Presiden dijadwalkan melanjutkan lawatan kerja ke Jawa Timur pada Selasa (13/1/2026).
“Besok pagi [pagi ini] ke Kota Malang,” ujar Teddy.
Di Malang, Presiden Prabowo dijadwalkan meresmikan SMA Taruna Nusantara Terintegrasi.
“Peresmian SMA TN Kota Malang,” kata Teddy, Selasa (13/1/2026) pagi.
Sebelum bermalam di IKN, rangkaian kunjungan kerja Presiden diawali dengan peresmian 166 Sekolah Rakyat di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Sekolah Rakyat tersebut tersebar di 34 provinsi di seluruh Indonesia. Setelah itu, Prabowo melanjutkan agenda ke Balikpapan untuk meresmikan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina.
Selama berada di IKN, Presiden disebut melakukan peninjauan singkat dan menerima laporan mengenai perkembangan pembangunan.
Informasi di kalangan wartawan menyebutkan, Prabowo akan memimpin rapat dan menerima paparan langsung dari Kepala Otorita IKN terkait progres proyek strategis di kawasan tersebut.
Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, IKN ditargetkan mulai berfungsi sebagai ibu kota politik Indonesia pada 2028. Pemerintah menargetkan aktivitas lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif mulai berjalan di IKN dalam dua tahun ke depan.
Saat ini, tahapan pembangunan perkantoran terus berjalan. Otorita IKN telah menandatangani kontrak pembangunan kompleks legislatif dan yudikatif pada akhir Oktober hingga November 2025.
Kompleks legislatif dibangun di atas lahan 42 hektare dengan anggaran Rp8,5 triliun, sementara kompleks yudikatif berdiri di lahan 15 hektare dengan anggaran Rp3,1 triliun.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id

































