tirto.id - Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Wira Satya Triputra, memastikan ratusan preman yang ditangkap dalam Operasi Berantas Jaya 2025 akan ditempatkan di sel-sel dengan pengawasan ketat.
Wira mengatakan bahwa para tahanan akan ditempatkan di sel-sel terpisah yang dilengkapi dengan kamera CCTV yang beroperasi 24 jam penuh.
“Penempatan para tahanan di dalam sel tahanan itu sudah ada kamar-kamar ya,” ujar Wira saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Senin (26/5/2025).
“Di dalam sel itu, juga ada CCTV-nya, yang bisa dimonitor selama 24 jam. Dan, di situ, juga penjagaannya 24 jam,” tambahnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa selama Operasi Berantas Jaya 2025, Polda Metro Jaya menangkap sebanyak 3.599 preman. Dari ribuan preman yang ditangkap itu, 348 di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka.
“Dari 3.599 tersebut, telah ditetapkan sebagai tersangka sebanyak 348 orang, dengan rincian 83 orang yang dilakukan oleh polda, sedangkan 265 orang yang dilakukan tersangka oleh jajaran polres,” kata Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Metro Jaya, Kombes Pol I Ketut Gede Wijatmika, di Mapolda Metro Jaya, Senin.
Wijatmika menyebut ada 56 orang preman yang terafiliasi dengan kelompok ormas. Ormas-ormas tersebut di antaranya adalah Pemuda Pancasila (PP), Forum Betawi Rempug (FBR), Trinusa, Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar Banten (BPPKB), Gerakan Masyarakat Bersatu Indonesia (GMBI), Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB), dan Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (GIBAS).
“Dalam operasi ini, kami juga menetapkan 56 orang premanisme yang berkedok ormas, dengan rincian ormas PP sebanyak 31 orang, FBR ada sebanyak 10 orang, Trinusa 11 orang, BPPKB ada 1 orang, GMBI ada 1 orang, GRIB ada 1 orang, GIBAS 1 orang,” ucap Wijatmika.
Selain itu, ada juga tiga preman yang berkedok sebagai debt collector dari Toyota Astra Finance dan FIF Group.
“Kami menangkap 3 orang pelaku premanisme yang berkedok debt collector, 1 orang dari Toyota Astra Finance dan 2 orang dari FIFGroup,” ungkap Wijatmika.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id

































