Menuju konten utama

Polda Metro Tangkap 3.599 Preman Selama Operasi Berantas Jaya

Sebanyak 348 dari 3.599 orang yang ditangkap Polda Metro Jaya telah ditetapkan sebagai tersangka terkait tindakan premanisme.

Polda Metro Tangkap 3.599 Preman Selama Operasi Berantas Jaya
Sebanyak 3.599 orang ditangkap Polda Metro Jaya dalam Operasi Berantas Jaya 2025. tirto.id/Naufal Majid
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sebanyak 3.599 orang ditangkap Polda Metro Jaya dalam Operasi Berantas Jaya 2025. Mereka yang ditangkap dikategorikan sebagai preman, dan 348 di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Dari hasil penanganan Operasi Berantas, perlu saya sampaikan di sini ada yang berhasil kita amankan, ada kurang lebih sebanyak 3.599 orang yang terlibat dalam kasus premanisme ini,” ujar Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Metro Jaya, Kombes I Ketut Gede Wijatmika, di Mapolda Metro Jaya, Senin (26/5/2025).

“Dari 3.599 tersebut, telah ditetapkan sebagai tersangka sebanyak 348 orang, dengan rincian 83 orang yang dilakukan oleh Polda, sedangkan 265 orang yang dilakukan tersangka oleh jajaran Polres,” lanjut Ketut.

Dari tiga ribu lebih preman yang ditangkap, Ketut mengatakan ada 56 orang preman yang terafiliasi dengan kelompok ormas. Ormas-ormas tersebut di antaranya adalah Pemuda Pancasila (PP), Forum Betawi Rempug (FBR), Trinusa, Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar Banten (BPPKB), Gerakan Masyarakat Bersatu Indonesia (GMBI), Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB), dan Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (GIBAS).

“Dalam operasi ini kami juga menetapkan 56 orang premanisme yang berkedok ormas, dengan rincian ormas PP sebanyak 31 orang, FBR ada sebanyak 10 orang, Trinusa 11 orang, BPPKB ada 1 orang, GMBI ada 1 orang, GRIB ada 1 orang, GIBAS 1 orang,” ucapnya.

Selain itu, ada juga tiga preman yang berkedok sebagai debt collector dari sejumlah perusahaan leasing.

“Kami menangkap 3 orang pelaku premanisme yang berkedok debt collector, 1 orang dari Toyota Astra Finance dan 2 orang dari FIFGroup,” ungkap Ketut.

Ketut menjelaskan, untuk preman lainnya yang tidak ditetapkan sebagai tersangka akan dilakukan pembinaan. Adapun jumlah preman yang akan dibina mencapai 3.251 orang.

“Dari 3.599, yang dilakukan pembinaan kurang lebih sebanyak 3.251 orang, itu dilakukan pembinaan, dengan rincian 59 orang yang dilakukan oleh pembinaan yang dilakukan oleh Polda, sedangkan dari pembinaan yang dilakukan oleh Polres sebanyak 3.192 orang,” jelasnya.

Dalam Operasi Berantas Jaya 2025, Ketut menyebut Polda Metro Jaya telah menangani 251 kasus, yang terdiri dari 115 kasus pemerasan, 21 kasus pengeroyokan, 29 kasus penganiayaan, 54 kasus pencurian dengan pemberatan, 8 kasus pencurian dengan kekerasan, dan 24 kasus penggunaan senjata tajam.

Selama dua pekan operasi berlangsung, Polda Metro Jaya juga berhasil mengamankan 372 barang bukti yang terdiri dari senjata tajam, motor, mobil, handphone, hingga uang tunai sebesar Rp85 juta.

“Dari operasi ini juga berhasil kita mendapat barang bukti sebanyak kurang lebih 372 barang bukti, dengan rincian 93 bilah senjata tajam, 89 unit kendaraan R2, 4 unit kendaraan R4, 147 unit handphone, 1 unit laptop, 2 buah karcis yang digunakan oleh kelompok tertentu dalam pungutan liarnya, serta 20 kartu tanda anggota Ormas, berikut juga 6 buah jaket seragam Ormas, 9 buah sertifikat kaderisasi Ormas, 1 buah rekening BCA serta uang tunai sebesar Rp85.247.500,” urai Ketut.

Baca juga artikel terkait PREMAN atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Bayu Septianto