tirto.id - Pasukan United Nation Interim Force in Lebanon (Unifil) memiliki peta sebaran operasi di berbagai wilayah Lebanon. Kontingen TNI di unit penjaga perdamaian ini juga ditempatkan berdasarkan peta tersebut.
Unifil merupakan unit prajurit penjaga perdamaian PBB yang dibentuk sejak terjadinya invasi Israel ke Lebanon pada 1978. Unit ini merupakan respons PBB untuk memastikan Israel menarik mundur pasukannya dari Lebanon.
Indonesia secara aktif mengirimkan kontingen untuk Unifil sejak 2006. Pada tahun tersebut, Indonesia mengirimkan para prajurit TNI melalui Kontingen Garuda.
Kini, berdasarkan data PBB per Januari 2026, Indonesia jadi negara kedua yang mengirimkan kontingen terbanyak untuk Unifil. Ratusan prajurit kini bertugas di wilayah perbatasan Israel-Lebanon itu.
Keberadaan kontingen Indonesia di sana lalu jadi perhatian publik setelah tiga prajurit tewas terbunuh pada Minggu (29/3/2026) dan Senin (30/3/2026). Dalam rentang waktu 24 jam, ledakan proyektil di dekat markas Unifil dan ledakan pada kendaraan Unifil membunuh tiga prajurit TNI dan membuat beberapa yang lain terluka.
Meskipun jadi tentara penjaga perdamaian dan keberadaannya dilindungi hukum internasional dan aturan Dewan Keamanan PBB, namun personel Unifil kerap kali terdampak serangan. Lebih dari 300 personel Unifil telah tewas di perbatasan karena berbagai alasan, termasuk serangan dari Israel maupun kelompok bersenjata di Lebanon selatan.
Peta Sebaran Pasukan Unifil Lebanon Semua Negara, Termasuk Indonesia
Berdasarkan data Unifil per 30 Maret 2026, kini ada 7.505 personel Unifil yang ditugaskan di kawasan perbatasan Lebanon-Israel. Jumlah tersebut kemudian disebar di berbagai wilayah di kawasan Lebanon terutama bagian selatan.
Seturut laporan kantor berita Qatar, QNA, personel Unifil telah ditempatkan di 165 lokasi yang tersebar di Lebanon bagian selatan. Unifil menyatakan 165 penempatan tersebut dilakukan sejak perjanjian gencatan senjata pada November 2014.
Unifil memiliki beberapa mandat di kawasan Lebanon. Salah satunya adalah mendukung proses penempatan kembali pasukan Lebanon di kawasan selatan demi memperluas otoritas negara tersebut pasca invasi Israel pada 1978.
Berdasarkan peta operasi Unifil yang dirilis PBB pada Agustus 2025, ribuan personel unit penjaga perdamaian tersebut disebar terutama di Lebanon selatan.
Secara umum, wilayah operasi Unifil tersebut dibagi ke dalam dua sektor utama, yakni sektor timur dan sektor barat. Dua sektor tersebut kemudian dibagi dalam beberapa sub-sektor tempat setiap batalion ditugaskan.

Sebagai salah satu pengirim kontingen terbanyak, para prajurit TNI di Lebanon di tempatkan di kedua sektor operasi tersebut. Namun, mayoritas pasukan TNI di Lebanon ditempatkan di sektor timur yang tersebar dari Kota Shaqra hingga Shaba.
Di sektor timur, pasukan Indonesia merupakan komandan batalion untuk kawasan tengah tengah perbatasan. Area yang jadi tanggung jawab kontingen Indonesia ini mencakup Tulin, Qabrikha, Addaisseh, hingga At Tayyabah.
Wilayah tanggung jawab kontingen Indonesia ini berpusat di Adshit Al Qusayr, lokasi tempat sebuah proyektil meledak dan membunuh seorang prajurit TNI pada Minggu. Di wilayah ini, Indonesia bekerja sama dengan Prancis.
Pada sisi selatan wilayah tanggung jawab Indonesia, terdapat wilayah tanggung jawab kontingen Nepal. Wilayah ini berkisar dari Shaqra, Mays al Jabal, Houla, hingga Markaba.
Sementara itu, di sisi timur wilayah komando Indonesia, terdapat wilayah komando pasukan Spanyol dan wilayah komando pasukan India.
Area komando pasukan Spanyol berkisar antara Metulla, Al Khiyam, Al Qulayah, hingga Marjayoun. Indonesia turut diterjunkan dalam kawasan komando Spanyol, bersama Cina dan Kamboja.
Sementara itu, kawasan komando pasukan India berkisar dari Halta, Karf Shuba, hingga Shaba di wilayah perbatasan paling timur. Prajurit dari Indonesia tidak ditugaskan di kawasan ini.
Di sektor barat, mayoritas prajurit yang ditempatkan di sana adalah kontingen dari Italia, Ghana, dan Malaysia. Sektor ini terbagi dalam lima sub-sektor yang dikomandoi oleh Ghana, Malaysia, Italia, Irlandia, dan Korea Selatan.
Sektor barat juga jadi lokasi bagi markas besar Unifil di Naqoura, kota pesisir yang berbatasan dengan Rosh Ha Niqra, Israel. Naqoura merupakan wilayah perbatasan paling barat.
Indonesia turut ditempatkan di Naqoura sebagai pasukan pembantu di markas besar Unifil dan unit penjangkauan masyarakat militer (MCOU) di sana.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id
































