tirto.id - Berdasarkan statistiknya, Indonesia merupakan negara dengan kontingen Unifil terbanyak. Terdapat ratusan tentara Indonesia bertugas jadi pasukan perdamaian PBB di Lebanon tersebut.
Unifil merupakan kependekan dari United Nations Interim Force in Lebanon. Lembaga ini merupakan unit penjaga perdamaian yang dibentuk PBB pada Maret 1978 sebagai respons atas krisis keamanan di Lebanon kala itu.
Pada Maret 1978 tersebut, konflik antara Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan Israel membuat negara Zionis itu melakukan invasi ke wilayah selatan Lebanon.
Tak sampai sepekan operasi berjalan, 100.000 hingga 250.000 warga Lebanon terpaksa mengungsi. Sebanyak 1.100 hingga 2.000 warga sipil Lebanon dan pejuang Palestina dibunuh, sementara 20 tentara Israel terbunuh.
Invasi yang dikenal sebagai Operasi Litani itu kemudian dinyatakan PBB sebagai pelanggaran kedaulatan Lebanon oleh Israel. Dewan Keamanan PBB kemudian meminta Israel menarik mundur pasukannya dan membentuk Unifil sebagai penjamin perdamaian di kawasan perbatasan.
Unifil kemudian diberikan mandat untuk mengonfirmasi penarikan pasukan Israel dari Lebanon, memulihkan perdamaian dan keamanan internasional, serta membantu Lebanon mengembalikan dan memperkuat otoritasnya di kawasan terdampak.
Dalam perkembangannya, konflik di wilayah perbatasan Lebanon-Israel terus berlanjut. Unifil terus berada di tengah konflik antara negara Zionis itu dengan kelompok milisi di wilayah Lebanon selatan.
Mandat Unifil kemudian mengalami perubahan sebanyak dua kali. Tujuannya diperluas pada upaya penghentian permusuhan di kawasan hingga asistensi proses kepulangan para pengungsi.
Unifil diberi wewenang untuk menghimpun pasukan beranggotakan 13.000 orang. Namun, seturut laman resmi Unifil, pasukan perdamaian tersebut kini beranggotakan 7.505 personel dari 47 negara.
Markas besar para kontingen Unifil terletak di Naquora, sebuah kota di Lebanon bagian selatan. Kota ini terletak di pesisir barat daya dekat Garis Biru—garis perbatasan de facto Lebanon dan Israel yang ditetapkan PBB.
Secara umum, wilayah operasi Unifil terbagi jadi dua kawasan, yakni kawasan Barat dengan pusat Shama dan kawasan timur dengan pusat Marjayoun. Kawasan timur kerap jadi wilayah penempatan para kontingen Unifil asal Indonesia, bersama kontingen negara lain seperti Spanyol, India, dan Nepal.
Jumlah Pasukan Unifil di Lebanon
Pasukan Unifil di Lebanon berasal dari berbagai negara. Setidaknya satu negara di setiap benua di dunia memiliki kontingen dalam pasukan perdamaian tersebut.
Indonesia menjadi salah satu negara yang mengirimkan kontingennya untuk Unifil. Jumlah personel Unifil dari Indonesia adalah yang terbanyak setelah Italia.
Total, ada 755 personel Unifil asal Indonesia yang kini ditugaskan di Lebanon, seturut data PBB per 30 Maret 2026. Jumlah tersebut tertinggi di atas Italia dengan 754 perseonel.
Berikut daftar negara yang mengirimkan pasukan perdamaian ini dikutip dari laman resmi Unifil:
- Indonesia 755 personel
- Italia 754 personel
- Spanyol 658 personel
- India 642 personel
- Ghana 624 personel
- Prancis 605 personel
- Nepal 553 personel
- Malaysia 515 personel
- Cina 471 personel
- Irlandia 290 personel
- Kamboja 181 personel
- Finlandia 181 personel
- Jerman 174 personel
- Serbia 168 personel
- Republik Korea 162 personel
- Austria 161 personel
- Polandia 140 personel
- Bangladesh 119 personel
- Sri Lanka 117 personel
- Tanzania 76 personel
- El Salvador 5 personel
- Moldova 33 personel
- Brunei 21 personel
- Hongaria 16 personel
- Brasil 10 personel
- Malta 6 personel
- Mongolia 4 personel
- Makedonia Utara 4 personel
- Kazakhstan 3 personel
- Latvia 3 personel
- Siprus 2 personel
- Guatemala 2 personel
- Kenya 2 personel
- Sierra Leone 2 personel
- Turki 2 personel
- Britania Raya 2 personel
- Zambia 2 personel
- Armenia 1 personel
- Kolombia 1 personel
- Estonia 1 personel
- Fiji 1 personel
- Yunani 1 personel
- Malawi 1 personel
- Nigeria 1 personel
- Peru 1 personel
- Qatar 1 personel
- Uruguay 1 personel
Jumlah Pasukan Unifil yang Meninggal
Berdasarkan laman resmi PBB, jumlah personel Unifil yang meninggal selama bertugas di Lebanon setidaknya telah mencapai 339 orang sejak unit ini dibentuk pada 1978. Jumlah tersebut masih terus berpotensi meningkat seiring eskalasi konflik yang terjadi di kawasan tersebut.
Sejak pecah Perang Iran-AS pada 28 Februari, perbatasan Lebanon-Israel menjadi medan pertempuran. Militer Israel menyerang Lebanon dengan klaim mengeliminasi organisasi militer yang didukung Iran, Hizbullah, yang bermarkas di Lebanon selatan.
Terbaru, eskalasi tersebut membuat setidaknya tiga personel Unifil asal Indonesia terbunuh. Kematian tiga personel Unifil asal Indonesia itu terjadi dalam rentang waktu dua hari.
Kematian pertama terjadi pada Minggu (29/3/2026). Sebuah proyektil meledak di sekitar Desa Adchit Al Zusayr dan menewaskan prajurit TNI atas nama Praka Farizal Rhomadon. Kematian ini telah dikonfirmasi Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Senin (30/3/2026).
Sehari berselang, pada Senin, kematian personel Unifil asal Indonesia kembali dilaporkan. Kali ini, dua prajurit TNI gugur. Kedua prajurit TNI itu terbunuh karena sebuah ledakan ketika bertugas mengawal logistik Unifil.
PBB telah mengonfirmasi kematian kedua prajurit TNI tersebut terjadi di dekat Bani Hayyan, Distrik Marjayoun, Lebanon selatan.
Meskipun hukum internasional dan resolusi PBB melarang semua pihak menargetkan Unifil dengan serangan, unit penjaga perdamaian ini tak jarang terdampak serangan di Lebanon.
Pada 16 Oktober 2024 lalu, tank-tank Israel menembak langsung menara pengawas Unifil di Kafer Kela. Laporan Unifil menyebut bahwa "tank merkava IDF" telah "menembaki menara pengawas".
Kala itu, Unifil menyebut dalam laporannya bahwa tembakan tersebut "sengaja dilepas ke arah posisi Unifil". Namun, Kementerian Luar Negeri Israel mengklaim bahwa hal itu dilakukan tanpa kesengajaan.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id

































