Menuju konten utama

Perusahaan Hashim Djojohadikusomo Masuk ke Saham COIN

Investasi ini dinilai sebagai fokus jangka panjang Arsari Group pada pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Perusahaan Hashim Djojohadikusomo Masuk ke Saham COIN
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo memberikan sambutan saat peringatan Hari Disabilitas Internasional yang digelar Partai Gerindra di Jakarta, Senin (8/12/2025). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.

tirto.id - PT Arsari Nusa Investama (Arsari Group), perusahaan yang terafiliasi dengan pengusaha Hashim Djojohadikusumo, resmi menjadi salah satu pemegang saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN).

Wakil Direktur Utama dan Direktur Operasional Arsari Group, Aryo P.S. Djojohadikusumo, menegaskan investasi ini adalah bentuk dukungan nyata terhadap transformasi digital Indonesia.

Ia menyebut memiliki visi yang sejalan dengan COIN beserta entitas anaknya, PT Central

Finansial X (CFX) dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC) yang sudah berizin dan

diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Kami melihat COIN memiliki fondasi kuat serta ekosistem yang lengkap dan paling siap untuk menjadi katalis dalam membangun dan mengembangkan industri aset digital nasional, termasuk aset kripto dengan mengedepankan tata kelola yang baik,” katanya dalam keterangan resmi, Kamis (11/12/2025).

Menurut Aryo, ekosistem aset digital Indonesia yang semakin lengkap dan didukung regulasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuka peluang bagi negara ini untuk menjadi pusat inovasi dan perdagangan aset digital di Asia Tenggara.

Investasi ini dinilai sebagai fokus jangka panjang Arsari Group pada pembangunan ekonomi berkelanjutan.

“Kami memandang Industri Aset Keuangan Digital sebagai salah satu kunci akselerasi transformasi digital, yang menjadi pilar vital dalam mencapai visi besar Indonesia Emas 2045,” imbuh Aryo.

Adapun, Direktur Utama COIN, Ade Wahyu, menyambut baik masuknya Arsari Group. Menurutnya, kehadiran Arsari Group memberikan nilai tambah yang signifikan bagi COIN, terutama dalam memperkuat tata kelola yang baik untuk korporasi skala besar.

“Selain itu, masuknya Arsari Group juga meningkatkan tingkat kepercayaan masyarakat kepada industri aset digital secara umum, serta khususnya kepada COIN,” jelas Ade.

Dengan dukungan jaringan dan keahlian Arsari Group, COIN diharapkan dapat mempercepat pengembangan produk inovatif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital nasional.

Indonesia sendiri telah menjadi pasar aset kripto utama dunia, dengan data OJK per Oktober 2025 mencatat lebih dari 18 juta pengguna dan total transaksi mencapai Rp409,56 triliun.

Posisi ini diperkuat oleh laporan Chainalysis 2025 yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-7 dalam Global Crypto Adoption Index.

Baca juga artikel terkait HASHIM DJOJOHADIKUSUMO atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana