tirto.id - PT Pertamina (Persero) menyatakan tengah melakukan penjajakan awal untuk penggabungan usaha PT Pelita Air Services dengan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menjelaskan bahwa langkah ini sejalan dengan strategi perusahaan untuk melakukan pemetaan dan pengelompokan bisnis di luar sektor inti.
“Pertamina akan fokus pada core business di bidang oil and gas serta renewable. Dengan demikian, beberapa usaha akan kami spin off dan mungkin akan berada di bawah koordinasi Danantara, clustering dengan perusahaan-perusahaan sejenis," ujar Simon saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (11/9/2025).
"Sebagai contoh untuk airline, kami sedang penjajakan awal untuk penggabungan dengan Garuda Indonesia,” imbuhnya.
Sebagai informasi, rencana merger Pelita Air dengan Garuda Indonesia sebelumnya sempat mencuat pada 2022. Namun, upaya tersebut belum terealisasi hingga kini.
Aksi itu dilakukan sebagai upaya konsolidasi kedua maskapai pelat merah itu dalam beroperasi. Namun, menurut Menteri BUMN Erick Thohir, nantinya akan ada pembagian segmentasi penerbangan setelah kedua maskapai resmi merger.
Pelita, miesalnya, akan melayani segmen low cost sedangkan Garuda akan bermain di segmen pasar premium.
Selain di sektor penerbangan, Simon juga menyampaikan bahwa Pertamina juga menyiapkan langkah serupa untuk lini bisnis lain.
“Begitu juga untuk sektor insurance, pelayanan kesehatan, dan hospitality melalui Patra Jasa. Tentunya akan mengikuti road map yang sudah dipersiapkan,” tambahnya.
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id






































