tirto.id - Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) masih memburu TH (30), pria yang diduga menyekap dan menyiksa kekasihnya, YTT (29), selama tiga tahun di Bandung. Meski posisinya sempat terendus, TH berhasil melarikan diri karena mencium rencana penangkapan.
"Masih dikejar. Doakan ya. [Informasi penangkapan] bocor terus. [Pelaku] lari terus," ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, saat dikonfirmasi kontributor Tirto, Minggu (21/6/2026).
Hendra memastikan jajarannya terus menyelidiki kasus ini dengan memetakan sejumlah lokasi yang menjadi tempat persembunyian TH. Di sisi lain, polisi juga masih memeriksa lokasi penyekapan.
Hingga saat ini, korban menjadi saksi kunci tunggal dalam kasus tersebut. Namun, polisi belum bisa menggali keterangan lebih dalam karena kondisi fisik dan psikologis korban masih sangat memprihatinkan.
"Salah satu mata [korban] ini sudah sama sekali tidak bisa digunakan, dan [mata] satunya, informasi dari kedokteran, kemungkinan kecil juga bisa dibuka," ungkap Hendra.
Melansir Tribrata News, kasus ini terungkap setelah pihak keluarga menemukan korban dalam kondisi memprihatinkan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada Jumat, 12 Juni 2026.
Adik korban, Syahrul Ulum, menceritakan bahwa kakaknya mulai mengenal TH pada 2023 saat masih bekerja di sebuah perusahaan makanan di kawasan Pasteur. Sejak menjalin hubungan dengan TH dan mengenalkannya kepada orang tua di Rancaekek, korban tiba-tiba hilang kontak.
"Pas sudah berhubungan dia ke rumah orang tua. Dari situ langsung hilang, tidak bisa dihubungi, padahal sebelumnya [korban] seminggu sekali pasti pulang," ucap Syahrul.
Pihak keluarga awalnya mendapat informasi bahwa korban dirawat di RSHS akibat kecelakaan. Namun saat tiba di rumah sakit, mereka mendapati luka-luka pada tubuh korban bukan disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas, melainkan akibat kekerasan fisik yang parah.
Setelah sadar dan mampu berkomunikasi secara terbatas, korban akhirnya menceritakan kepada sang ayah bahwa ia dikurung dan disiksa secara berulang selama tiga tahun terakhir.
"Cerita lewat bapak, dia sering dipukul pakai helm, dibacok, ada bekas sundutan rokok juga. Semua luka itu bukti penyiksaan bertahun-tahun," tutur Syahrul, lirih.
Keluarga korban kini berharap besar kepada pihak kepolisian agar pelaku dapat segera ditangkap. "Kami meminta hukum seberat-beratnya. Dia [terduga pelaku] kerja di Tritan Point sebagai penagih utang. Kami takut ada korban lain kalua dia bebas," pungkas Syahrul.
Penulis: Muhammad Nizar
Editor: Fahreza Rizky
Masuk tirto.id
































