Menuju konten utama

Perbedaan Campak dengan Tampek: Apakah Sama dan Menular?

Apakah campak dan tampek penyakit yang sama? Simak penjelasan istilah penyakit campak atau tampek di artikel ini.

Perbedaan Campak dengan Tampek: Apakah Sama dan Menular?
Ilustrasi Campak. (FOTO/iStockphoto)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Apakah campak dan tampek itu sama dan apakah penyakit ini menular? Jawaban singkatnya adalah, ya campak dan tampel adalah satu penyakit yang sama.

Sebutan istilah campak dan tampek kerap kali muncul di tengah percakapan masyarakat Indonesia. Istilah tersebut ditujukan untuk membicarakan penyakit yang menyebabkan ruam merah pada kulit.

Terkadang masyarakat memahami bahwa campak dan tampek merupakan dua penyakit yang berbeda. Lantas, bagaimana penjelasan apakah campak dan tampek sama?

Secara media, nama penyakit ini adalah campak. Namun, ada sebutan lain, yakni penyakit tampek. Istilah tampek ini merupakan istilah lokal masyarakat Indonsia untuk menyebut penyakit campak.

Penyakit campak adalah penyakit menular yang disebabkan virus dan ditandai dengan demam tinggi serta ruam merah khas pada kulit. Campak memiliki gejala yang mirip dengan penyakit lain, seperti penyakit cacar air dan rubella atau campak Jerman.

Ketiga penyakit ini sama-sama menimbulkan ruam pada kulit. Namun, masing-masing punya penyebab dan tingkat keparahannya berbeda.

Apakah Tampek dan Campak Sama?

Ilustrasi Campak

Ilustrasi Campak. FOTO/iStockphoto

Tampek dan campak merupakan dua istilah yang mengacu pada satu penyakit yang sama. Istilah medis dari penyakit ini adalah campak atau measles.

Sementara itu, istilah tampek merupakan penyebutan lokal saja di beberapa wilayah masyarakat Indonesia. Secara medis, penyakit campak disebabkan oleh virus dari famili Paramyxovirus, yakni Morbillivirus.

Penyebaran virus ini melalui udara sangatlah mudah terjadi. Apalagi penyebaran melalui droplet, misal ketika penderita batuk atau bersin. Penularan penyakit campak bisa terjadi secara cepat, terutama di lingkungan dengan banyak orang.

Pergerakan virus tersebut menyerang sistem pernapasan dan dapat menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Penderita yang diserang virus ini kemudian mengalami demam tinggi, batuk, pilek, hingga muncul ruam merah di kulit.

Penyebutan istilah tampek disebabkan masyarakat dahulu sering mengenal campak dari gejala khas, yaitu bintik-bintik merah yang muncul di kulit. Jadi, ketika ada orang yang mengalami ruam merah disertai demam tinggi, masyarakat akan menyebutnya dengan istilah “kena tampek”.

Meskipun punya penyebutan yang berbeda, tetapi campak dan tampek merujuk pada satu penyakit yang sama secara medis. Selain campak, ada penyakit lain yang juga sama-sama ditandai dengan ruam pada kulit, seperti rubella atau alergi kulit.

Nah, terkadang masyarakat keliru memahami antara penyakit campak dan penyakit lain, seperti rubelle atau alergi kulit. Diagnosis yang tepat sangatlah penting untuk menentukan jenis penyakit yang diderita sehingga dapat diputuskan pengobatan sebagai solusi kesembuhan yang tepat menurut medis.

Gejala Penyakit Tampek atau Campak

Penyakit campak punya gejala tersendiri yang dapat diamati baik-baik. Biasanya gejala dari penyakit campak ini muncul sekitar 7–14 hari setelah terpapar virus.

Tahap awal dari gejala penyakit campak ditandai dengan flu biasa. Namun, lama-kelamaan gejalanya menjadi lebih intens dengan diikuti keluhan lain.

Berikut informasi gejala umum penyakit campak:

1. Demam Tinggi

Gejala penyakit campak salah satunya ialah menderita demam tinggi. Demam tinggi menjadi salah satu tanda pertama seseorang mengidap campak. Biasanya demam yang diderita ini bisa mencapai suhu lebih dari 38°C dan berlangsung selama beberapa hari.

2. Batuk dan Pilek

Gejala lain penyakit campak ialah batuk dan pilek. Penderita campak kerap mengalami batuk kering yang diikuti dengan kondisi hidung berair mirip gejala flu.

3. Mata Memerah

Gejala penyakit campak berikutnya ialah mata memerah. Ini terjadi karena campak menyebabkan peradangan pada mata sehingga tampak merah. Alhasil mata juga menjadi tidak nyaman ketika terkena cahaya.

4. Bintik Putih pada Mulut

Gejala campak juga ditandai dengan bintik putih pada mulut. Biasanya bintik-bintik kecil berada di bagian dalam pipi dan dikenal dengan istilah bintik koplik. Tanda bintik putih ini menjadi salah satu tanda khas campak.

5. Ruam Merah

Ruam merah juga menandai penyakit campak. Usai beberapa hari demam, penderita campak akan mengalami ruam merah pada permukaan kulit.

Mulai dari area wajah atau belakang telinga hingga menyebar ke seluruh tubuh. Ruam pada kulit ini berlangsung selama beberapa hari sebelum akhirnya memudar. Biasanya ruam terjadi bersamaan dengan kondisi tubuh yang masih demam.

Gejala kasus campak pada anak-anak biasanya juga ditandai dengan tubuh terasa lemah dan tidak nyaman. Tak ayal, penderita campak membutuhkan waktu istirahat yang cukup dan langkah perawatan yang tepat.

Apakah Campak atau Tampek Menular?

Pertanyaan selanjutnya, apakah campak menular? Iya, campak termasuk jenis penyakit yang sangat mudah menular.

Penularan virus penyebab campak ini berlangsung melalui percikan air liur atau droplet ketika penderita batuk, bersin, atau berbicara. Orang lain juga berkemungkinan tertular campak apabila:

  • Menghirup udara yang telah terkontaminasi virus
  • Berada dekat dengan penderita campak
  • Menyentuh permukaan yang terkena droplet kemudian menyentuh hidung atau mulut
Bahkan virus campak juga bisa bertahan di udara atau pada permukaan benda selama beberapa waktu. Penyakit campak bisa menyebar dengan cepat. Apalagi ketika berada di lingkungan padat mobilitas, seperti di sekolah atau di rumah dengan banyak anggota keluarga.

Jika ada seseorang yang menderita campak, maka lingkungan terdekat perlu waspada. Apalagi biasanya penularan virus campak terhitung sejak beberapa hari sebelum ruam muncul hingga beberapa hari setelahnya.

Terkadang penyakit campak ini sudah terlanjur menular sebab kontaknya tidak disadari oleh lingkungan. Salah satu cara efektif untuk mencegah penularan campak ialah vaksinasi campak.

Vaksin dapat membantu tubuh untuk membentuk kekebalan terhadap virus sehingga risiko terkena campak menjadi berkurang. Pencegahan campak juga bisa dilakukan dengan senantiasa menjaga kebersihan tangan, menghindari kontak dengan penderita, serta menjaga daya tahan tubuh.

Secara singkat, dipahami bahwa campak dan tampek mengacu pada satu penyakit yang sama. Istilah campak merupakan istilah penyakit ini secara medis, sedangkan tampek merupakan sebutan lokal yang digunakan oleh masyarakat.

Penyakit campak disebabkan infeksi virus yang kemudian memunculkan gejala, seperti demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, serta ruam merah pada kulit. Campak termasuk penyakit yang mudah menular melalui percikan air liur atau udara.

Campak merupakan penyakit menular sehingga masyarakat perlu memahami gejala campak dan mengupayakan langkah pencegahan. Mari menjaga diri supaya terhindar dari risiko penyebaran virus campak.

INFORMASI LAINNYA TENTANG PENYAKIT CAMPAK, BACA:

ARTIKEL CAMPAK

Baca juga artikel terkait CAMPAK atau tulisan lainnya dari Nurul Azizah

tirto.id - GWS
Kontributor: Nurul Azizah
Penulis: Nurul Azizah
Editor: Iswara N Raditya