Menuju konten utama

Penyebab Banjir Bandang di Raja Ampat, Dampak, & Kondisi Terkini

Apa penyebab banjir Waisai Raja Ampat dan bagaimana dampaknya? Simak informasi terkini pasca-bencana banjir bandang yang terjadi pada Selasa (23/9).

Penyebab Banjir Bandang di Raja Ampat, Dampak, & Kondisi Terkini
Banjir di Waisai, Raja Ampat, Papua Barat Daya pada Selasa (23/9/2025). Tiktok/boboajalah5
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Banjir bandang menerjang Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya pada Selasa (23/9/2025). Sampah dan kerusakan ekologi disebut jadi faktor penyebab terjadinya banjir, selain hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.

Bencana banjir Waisai Raja Ampat terekam dalam video amatir di media sosial. Salah satunya melalui video Instagram Polres Raja Ampat (@humas_res_raja_ampat), terlihat banjir menerjang sekitaran patung lumba-lumba Wasai.

Banjir tersebut menyebabkan sejumlah ruas jalan lumpuh. Bencana banjir juga terekam video amatir lain di akun TikTok @boboajalah5.

"Baru pertama kali Kota Waisai banjir seperti ini," sebut perekam video tersebut.

Seturut Antara, Tim Reaksi Cepat (TRC) Kabupaten Raja Ampat menjelaskan bahwa ketinggian air yang merendam Wasai bervariasi antara 30 cm hingga 1 meter.

Banjir pada Selasa tersebut bukan pertama kalinya terjadi dalam beberapa bulan terakhir di Waisai. Sebelumnya, banjir juga melanda daerah ini, namun dalam intensitas yang lebih kecil.

Apa Penyebab Banjir di Waisai Ibu Kota Raja Ampat?

Ada sejumlah faktor penyebab banjir di Wasai, ibu kota Raja Ampat pada Selasa tersebut. Hujan hanya salah satu di antaranya.

Pada Selasa lalu, hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Wasai secara konstan dalam waktu sekira satu-dua jam. Air yang tak mampu ditampung sistem drainase kemudian membludak dan menggenang kota.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Raja Ampat, Moh Taufik Sarasa pada Rabu (24/9/2025), menyebut bahwa drainase yang tertutup sampah dan tanah merupakan salah satu penyebab yang menyebabkan Kota Wasai banjir.

Menurutnya, banyak sampah di Wasai yang membendung sistem drainase, membuat air meluber dan menyebabkan banjir.

Sebelumnya, Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, juga sempat mengeluhkan sampah yang menutup sistem drainase Kota Waisai ketika meninjau dampak banjir sebelum ini, yakni pada awal September lalu.

Senada, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Raja Ampat juga menilai bahwa persoalan sampah merupakan faktor yang berperan dalam terjadinya banjir di Waisai.

Selain itu, BPBD juga menilai bahwa penebangan pohon di daerah pegunungan dan kurangnya daerah resapan air di Wasai membuat banjir makin parah.

Rusaknya kondisi ekologi kawasan sekitar Waisai juga ditengarai jadi penyebab banjir oleh anggota DPRK Moh. Taufik Sarasa.

Menurutnya, pembukaan lahan baru tanpa izin dan tanpa melihat kondisi lingkungan membuat risiko banjir di Raja Ampat terus membesar.

Dampak & Situasi Terkini Pascabanjir Waisai Raja Ampat Papua Barat Daya

Melansir Antara, BPBD Kabupaten Raja Ampat mencatat bahwa banjir di Wasai berdampak ke 268 rumah warga yang terendam dan 14 rumah terkena longsor.

Tak hanya rumah warga, banjir juga dilaporkan menggenangi sejumlah fasilitas umum, kantor pemerintahan, kantor BUMN/BUMD, hingga RSUD Raja Ampat.

Beberapa daerah yang paling parah terendam banjir ini adalah permukiman Kobeoser dan Barak Pegawai.

Sejauh ini tak ada laporan korban jiwa akibat banjir yang melanda Raja Ampat pada Selasa tersebut.

Akan tetapi, terdapat warga yang dievakuasi karena rumahnya rusak, terdampak banjir dan longsor.

Kini, per Jumat (26/9), banjir telah surut dan pemerintah setempat tengah melakukan pendataan dan analisis dampak kerusakan banjir tersebut.

Baca juga artikel terkait BENCANA atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan