tirto.id - Gempa berkekuatan M5,7 dilaporkan terjadi di laut dekat Banyuwangi hari ini, Kamis (25/9/2025). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut dampak gempa terasa dari Banyuwangi hingga Lombok Barat.
Total ada 16 wilayah yang terdampak gempa dan merasakan getarannya, yakni Banyuwangi, Penebel, Lumajang, Kuta, Denpasar, Buleleng, Jember, Bondowoso, Situbondo, Pasuruan, Surabaya, Kuta Selatan, Pamekasan, Mataram, Lombok Barat, dan Probolinggo.
Total 16 wilayah tersebut, dilaporkan BMKG, merasakan getaran dengan kekuatan lemah hingga sedang. Berikut faktor penyebab terjadinya gempa yang dirasakan di tiga provinsi berbeda tersebut.
Penyebab Gempa Magnitudo 5,7 di Banyuwangi
Menurut BMKG, gempa dengan magnitudo 5,7 tersebut terjadi karena faktor aktivitas sesar aktif di laut lepas berjarak 46 km dari daratan Banyuwangi. Kedalaman pusat gempa tercatat berada di 12 km dari permukaan laut.
Dijelaskan Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam keterangan tertulisnya, gempa ini yang terjadi pada Kamis tersebut berjenis gempa bumi dangkal.
"Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif," kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dikutip dari Antara.
Berdasarkan catatan BMKG, sempat terjadi lima kali gempa susulan hingga pukul 17.40 WITA atau 16.40 WIB. Kekuatan gempa susulan bervariasi dengan magnitudo terbesar di angka 3,3.
Daerah yang paling terdampak gempa tektonik tersebut adalah wilayah Banyuwangi dan Penebel. Skala Mercalli (Modified Mercalli Intensity/MMI), satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi, dari getaran di dua wilayah tersebut mencapai skala IV MMI.
Skala IV MMI merupakan getaran yang bisa dirasakan orang banyak di dalam rumah atau di luar rumah oleh beberapa orang. Getaran dengan skala ini juga dapat membuat gerabah pecah, jendela dan pintu berderit, serta dinding berbunyi.
Meskipun titik gempa berada di dekat daratan Banyuwangi, namun gempa berkekuatan M5,7 ini tidak berpotensi tsunami.
Dampak Gempa M5,7 yang Terasa di Jatim, Bali, hingga NTB
Dampak gempa M5,7 yang terjadi pada Kamis tersebut dirasakan di tiga provinsi sekaligus, yakni sebagian Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Di Banyuwangi dan sekitarnya, gempa berdampak pada kerusakan sejumlah bangunan. Fasilitas publik seperti masjid di Banyuwangi mengalami kerusakan.
Sementara itu, dilansir dari Antara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo mencatat ada 16 rumah yang mengalami kerusakan di Situbondo akibat gempa M5,7 tersebut.
"Untuk sementara data yang kami peroleh terdampak gempa yang terjadi pada sore hari ini pukul 16:04 WIB, ada 16 rumah warga," tutur Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Situbondo, Sruwi Hartanto, di Situbondo, Kamis.
Kerusakan pada belasan rumah warga di Situbondo tersebut dilaporkan terjadi di Dusun Sidomulyo, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih.
Sementara itu, kerusakan rumah akibat gempa bervariasi, mulai dari retak pada beberapa sisi bangunan rumah hingga robohnya sebagian rumah penduduk.
"Pada malam ini juga kami mengirim bantuan darurat untuk kebutuhan awal, karena pada Jumat (26/9) pagi besok, Ibu Wakil Bupati dan Sekda akan turun langsung ke lokasi terdampak gempa," kata Sruwi Hartanto.
Selain itu, warga Jember juga dilaporkan mengalami getaran akibat gempa tersebut, walaupun tidak ada laporan kerusakan bangunan hingga berita ini ditulis.
"Dari Kabupaten Jember dirasakan skala II MMI dan berdasarkan pemantauan Pusat Pengendalian Operasional [Pusdalops] BPBD Jember sejauh ini tidak ada laporan kerusakan," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember, Wahyudi Hidayat.
Tak hanya warga di Jember, gempa juga sempat dirasakan beberapa lintas jalur kereta api di Daerah Operasi 9 Jember PT Kereta Api Indonesia (KAI).
"Guncangan gempa dirasakan di beberapa lintas jalur Daop 9 Jember antara lain Lintas PPKP 9.2 dari Stasiun Arjasa hingga Stasiun Ketapang," kata Manajer Hukum dan Humas Daop 9 Cahyo Widiantoro di Jember.
Akan tetapi, PT KAI Daop 9 Jember memastikan seluruh operasi perjalanan kereta api di wilayahnya tetap aman.
Sejauh ini, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka yang diakibatkan gempa dengan kekuatan M5,7 tersebut.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan
Masuk tirto.id
































