Menuju konten utama

Apa Itu Magnitudo Gempa & Bedanya dengan Skala Richter?

Pengertian magnitudo gempa dan perbedaan magnitudo gempa dengan skala richter.

Apa Itu Magnitudo Gempa & Bedanya dengan Skala Richter?
Ilustrasi gempa bumi. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Gempa bumi merupakan bencana alam yang ditandai dengan adanya getaran di permukaan bumi.

Gempa bumi berkisar dari yang sangat lemah, hingga cukup keras yang dapat melemparkan orang ke sekitar dan menghancurkan seluruh kota.

Dalam mengukur kekuatan gempa bumi, kita dapat mengenal tiga istilah satuan ukuran yaitu Skala Richter, Magnitudo dan Modified Mercally Intensity (MMI).

Dikutip dari USGS, Skala Richter merupakan pengukuran getaran gempa yang pertama kali dikembangkan oleg Charles Richter pada tahun 1930-an. Saat itu, skala ini digunakan saat terjadi gempa di California Selatan.

Dalam pengembangannya, Skala Richter kemudian digunakan daerah lain, namun hal ini tidak cocok karena pengukuran ini hanya berlaku pada rentang frekuensi dan jarak tertentu.

Sehingga, terjadi pengembangan ide dari Richter tentang adanya besaran baru, yaitu Magnitudo Lokal (ML) atau sering disebut Skala Richter, Maganitude Bodywave (mb), Bodywave Magnitude (mB) dan Magnitudo Gelombang Permukaan (Ms).

Pada dasarnya, perhitungan Magnitudo sendiri merupakan adopsi dari Skala Richter tetapi lebih rinci.

Perhitungan yang dimiliki oleh Magnitudo lebih luas dibandingkan dengan Skala Richter. Hal ini dikarenakan perhitungan Magnitudo didasarkan pada perpindahan partikel batuan tanah di mana sensor dipasang.

Berikut batasan pengukuran Magnitudo, dikutip dari Skripsi "Analisis Data Seismogram Untuk Menentukan Parameter Magnitude Gempa Bumi (Studi Kasus Gempa Bumi Padang 30 September 2009)".

Batasan Magnitude Lokal (ML)

  • Nilai ML memenuhi ketika gempa bumi cukup besar (M-6.5)
  • Pada gempa bumi berjarak dekat, gelombang yang paling besar adalah gelombang S Pada jarak lebih jauh (Lambda > 650 hm) periode gelombang permukaan menjadi lebih dominan. Periode ini di luar daerah frekuensi dari geopon Woods Anderson.
Batasan Magnitude Bodywave (mb)

  • mb dapat dipakai setelah jarak gempa lebih atau sama dengan 5°
  • mb saturasi (memenuhi) pada magnitude 6.0
  • mb memiliki kecenderungan nilai yang tidak stabil
  • noise yang ada pada data akan sangat berpengaruh pada nilai mb.
Batasan Bodywave Magnitude (mB)

  • Perhitungan mB terlalu tinggi bila gempa bumi lebih kecil M-6.0 dari sampai dengan 0.5
  • Magnitudo lebih teliti oleh gempa dengan jarak lebih jauh
  • Penentuan magnitudo teliti 60.90 detik setelah waktu picking phase
  • P mB saturate (memenuhi) pada M-8.0.
Adapun Magnitudo Gelombang Permukaan (Ms) yang merupakan magnitudo yang diukur berdasarkan pergerakan amplitudo gelombang permukaan.

Dalam penggunaannya, gerakan tanah yang dipakai adalah amplitudo maksimum atau gelombang Rayleigh dalam mikron dari seismogram periode panjang (long period) komponen vertikal dengan periode 20 ± 3 detik dan periodenya diukur pada gelombang dengan amplitudo maksimum tersebut.

Karena keterbatasan skala magnitudo (ML, mb, mB dan Ms), dikembangkan perluasan skala magnitudo baru yang lebih seragam, yang dikenal sebagai magnitudo momen, atau Mw.

Khususnya, untuk gempa bumi yang sangat besar, magnitudo momen memberikan perkiraan ukuran gempa yang paling dapat diandalkan.

Momen magnitudo memberikan perkiraan ukuran gempa yang valid pada rentang magnitudo lengkap, karakteristik yang tidak dimiliki skala magnitudo lainnya.

Selain itu, terdapat Skala Mercalli yang juga merupakan satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi.

Satuan ini diciptakan oleh seorang vulkanologis dari Italia yang bernama Giuseppe Mercalli pada tahun 1902.

Skala Mercalli terbagi menjadi 12 pecahan berdasarkan informasi dari orang-orang yang selamat dari gempa tersebut dan juga dengan melihat serta membandingkan tingkat kerusakan akibat gempa bumi tersebut.

Berdasarkan BMKG, skala Mercalli adalah sangat subjektif dan kurang tepat dibanding dengan perhitungan magnitudo gempa yang lain.

Oleh karena itu, saat ini penggunaan Skala Richter lebih luas digunakan untuk mengukur kekuatan gempa bumi.

Tetapi skala Mercalli yang dimodifikasi, pada tahun 1931 oleh ahli seismologi Harry Wood dan Frank Neumann masih sering digunakan terutama apabila tidak terdapat peralatan seismometer yang dapat mengukur kekuatan gempa bumi di tempat kejadian.

Kemarin (14/12/2021) terjadi gempa bumi di NTT dengan magnitudo (M) 7,4. Parameter gempa berada pada 112 km barat laut Kota Larantuka, NTT, dengan kedalaman 10 km.

Laporan pada Selasa, pukul 11.28 WIB, guncangan kuat dirasakan warga Flores Timur. BMKG memberi saran, kemungkinan akan ada gempa susulan sehingga warga diharapkan untuk waspada

Baca juga artikel terkait GEMPA NTT atau tulisan lainnya dari Versatile Holiday Lado

tirto.id - Sosial budaya
Kontributor: Versatile Holiday Lado
Penulis: Versatile Holiday Lado
Editor: Dhita Koesno