Menuju konten utama

Pemprov Bengkulu Bantu Petani Korban Konflik Lahan di Pino Raya

Sengketa lahan di Pino Raya, Bengkulu Selatan mengakibatkan 5 petani mengalami luka tembak.

Pemprov Bengkulu Bantu Petani Korban Konflik Lahan di Pino Raya
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, memberikan pernyataan terkait konflik agraria di Kabupaten Bengkulu Selatan, dj Bengkulu, Rabu. (26/11/2025) ANTARA/Boyke Ledy Watra
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu membentuk tim khusus untuk membantu para petani korban penembakan akibat konflik lahan yang terjadi di Kecamatan Pino Raya, Kabupaten Bengkulu Selatan pada Senin (24/11/2025) lalu.

"Ada lima poin tugas tim yang dibentuk Pemprov," kata Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, di Bengkulu, Rabu (26/11/2025).

Poin pertama, tim akan memberikan bantuan hukum kepada seluruh korban, yang akan ditangani oleh advokat Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Kedua, tim yang dibentuk akan memberikan pelayanan medis terbaik secara gratis untuk semua korban luka. Ketiga, Pemprov Bengkulu melalui tim itu akan menanggung kebutuhan harian keluarga korban selama masa pemulihan.

"Keempat, memberikan beasiswa untuk anak-anak korban yang masih menempuh pendidikan tinggi. Kelima, melakukan bedah rumah apabila rumah korban dinilai tidak layak huni," kata Helmi.

Helmi menegaskan penanganan proses hukum sepenuhnya diserahkan kepada Polda Bengkulu. Dia pun meminta seluruh pihak menunggu hasil penyidikan aparat kepolisian.

“Harus ada pendalaman, ada proses. Kita tunggu ya,” kata dia.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombespol Andy Pramudya Wardana, mengatakan penyidik mendalami kepemilikan dan penggunaan senjata api serta senjata tajam pada konflik tersebut. Penyidik juga melakukan pencarian barang bukti senjata tajam yang belum ditemukan.

Andy menjelaskan, terjadi konflik antara karyawan PT Agro Bengkulu Selatan (ABS) kontra masyarakat yang mengatasnamakan forum masyarakat Pino Raya atau FMPR Senin (24/11/2025) siang.

Konflik melibatkan sekitar 10 karyawan dari PT ABS dan masyarakat yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Pino Raya dengan jumlah 40 orang.

Petani menuntut PT ABS untuk menghentikan kegiatan pembukaan jalan dengan buldoser pada lahan sengketa.

Akibat kejadian tersebut lima petani mengalami luka tembak. Diketahui, salah seorang petani ada yang tertembak di perut dan tembus ke punggung.

Sementara dari pihak PT Agro Bengkulu Selatan, satu orang karyawan dilaporkan mengalami luka akibat senjata tajam.

Baca juga artikel terkait KONFLIK LAHAN

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Siti Fatimah