Menuju konten utama

Pemkot Bandung Siapkan Dua Solusi Penanganan Banjir di Derwati

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyebut, rencana itu akan masuk dalam perencanaan anggaran tahun 2027-2028.

Pemkot Bandung Siapkan Dua Solusi Penanganan Banjir di Derwati
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di Pendopo Kota Bandung, Rabu (15/4/2026). Foto: Akmal Firmansyah/Tirto.id
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung siapkan dua solusi pembangunan untuk menangani masalah banjir di wilayah Derwati, Kelurahan Rancabolang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung. Di antaranya pembangunan sistem penyaluran air dan rumah pompa baru.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyebut, rencana itu akan masuk dalam perencanaan anggaran tahun 2027-2028. Bahkan, bisa berpeluang dipercepat melalui perubahan anggaran 2026.

“Air masih sulit surut karena sungai penuh dan banjir kiriman juga belum turun. Ini yang membuat kami belum bisa memompa air keluar dari wilayah terdampak,” ucap Farhan dalam keterangan tertulis diterima Tirto, Sabtu (18/4/2026).

Ia menuturkan, pembangunan sistem penyaluran air itu menghubungkan Rancabolang menuju Sungai Cipamokolan. Pembangunan tersebut akan dilengkapi dengan rumah pompa baru.

Akan tetapi, kata Farhan, hingga saat ini skema teknis masih dalam tahap kajian. Saluran itu belum bisa dipastikan bakal menggunakan saluran tertutup berupa pipa atau saluran terbuka.

“Perencanaan akan kami matangkan dalam beberapa minggu ke depan. Ini menjadi solusi jangka panjang agar genangan tidak terus berulang,” katanya.

Menurutnya, kondisi banjir di kawasan tersebut diperparah oleh debit air di Sungai Cisaranten, serta banjir di kawasan Sapan Kabupaten Bandung. Hal itu menyebabkan upaya pemompaan air dari kawasan permukiman belum dapat dilakukan optimal.

Ia memastikan penanganan darurat terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan warga. Dapur umum sudah didirikan dan beroperasi setiap hari. Melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah hingga masyarakat.

“Kalau saya catat, sekarang ini yang genangannya belum surut juga dan masih parah ada empat RW, dua RW di Rancabolang, dua RW di Derwati,” catatnya.

Diketahui, sepanjang pantauan BPBD Jabar, puncak banjir di Derwati terjadi pada hari Senin (13/4/2026). Kondisi tersebut diperparah dengan intensitas hujan yang tinggi selama masa transisi cuaca.

"Imbas cuaca ekstrem dan hujan terus-terusan, akhirnya menyebabkan sungai meluap dan banjir seperti ini," kata Personel Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jabar, Iwan di lokasi, beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data BPBD Jabar, kurang lebih sebanyak 248 kepala keluarga atau 1.180 jiwa terdampak banjir selama empat hari di pertigaan Derwati, Kelurahan Rancabolang, Kecamatan Gedebage tersebut.

"Kami dari BPBD Provinsi sudah menurunkan dua unit perahu, satu perahu LCR," sambung Iwan.

Perahu-perahu itu, lanjutnya, digunakan warga untuk keperluan aktivitas sehari-hari. Di antaranya transportasi anak-anak berangkat sekolah, lalu membantu keperluan logistik warga yang terdampak banjir.

"Kebutuhan mendesak warga saat ini sembako, air mineral, dan obat-obatan. Sejauh ini belum ada pengungsian, masih di rumah masing-masing," lanjut Iwan.

"Warga diimbau tetap waspada karena masih dalam masa cuaca ekstrem, dimohon juga jaga kesehatan," imbaunya.

Baca juga artikel terkait BANJIR BANDUNG atau tulisan lainnya dari Muhammad Nizar

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Nizar
Penulis: Muhammad Nizar
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama