tirto.id - Satu orang tewas dan satu lainnya masih hilang usai terseret arus Sungai Ciherang di Kampung Girang, Desa Banjaran, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Rabu (15/4/2026).
Ramai di sosial media rekaman video, memperlihat satu warga yang membantu korban terbawa hanyut aliran sungai di Banjaran.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung, Beny Sonjaya, mengatakan sebanyak empat orang dinyatakan selamat, satu orang meninggal, dan seorang satpam yang melompat membantu korban masih belum ditemukan.
Adapun keempat korban selamat antara lain, bernama Indra, JA, Wildan, dan Ersih (bapak korban). Korban yang meninggal bernama Ginasa, (18 tahun), sedangkan korban yang masih dalam pencarian atas nama Sutisna alias Agus (52), petugas keamanan SMAN 1 Banjaran sebelumnya berupaya menolong pelajar yang terbawa arus.
"1 Orang yang melompat membantu para korban hanyut atas nama Pak Agus masih belum ditemukan," kata Benny kepada kontributor Tirto, Rabu (14/4/2026).
Peristiwa bermula sekitar pukul 15.42 WIB saat seorang pelajar terseret arus sungai. Agus yang melihat kejadian itu mencoba melakukan penyelamatan dengan berenang, namun derasnya arus dan tingginya debit air membuat ia ikut terbawa hingga tenggelam.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menuturkan menerima laporan kejadian tersebut dari BPBD Kabupaten Bandung pada pukul 19.00 WIB, langsung mengerahkan tim ke lokasi.
Ia juga menurunkan satu tim rescue yang dilengkapi peralatan SAR air untuk melakukan pencarian.
“Kami segera mengerahkan tim ke lokasi untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan,” kata Ade dalam keterangan tertulis diterima kontributor Tirto, Rabu (15/4/2026).
Lebih lanjut ia mengatakan, operasi tim gabungan melibatkan Basarnas Bandung, BPBD Kabupaten Bandung, Polsek Banjaran, dan masyarakat setempat. Sampai saat ini, proses pencarian terhadap korban hilang masih berlangsung.
Ade mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama saat curah hujan tinggi yang dapat menyebabkan kenaikan debit air secara tiba-tiba.
_______________________________
Penulis: Akmal Firmansyah
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id





























