Menuju konten utama

Penyebab Banjir Derawati Bandung: Cuaca Ekstrem & Cinambo Meluap

Pertigaan di Jalan Derawati, Kota Bandung sudah 3 hari terendam banjir setinggi lutut. Sebanyak 248 KK terdampak.

Penyebab Banjir Derawati Bandung: Cuaca Ekstrem & Cinambo Meluap
Banjir masih belum surut diwilayah pertigaan Derwati, Kelurahan Rancabolang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Rabu (15/4/2026). tirto.id/Muhamad Nizar.

tirto.id - Kawasan Derwati, Kelurahan Rancabolang, Kota Bandung masih terendam banjir hingga setinggi lutut orang dewasa selama tiga hari terakhir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat menyebut luapan Sungai Cinambo akibat cuaca ekstrem menjadi pemicu utama banjir yang kini berdampak pada sedikitnya 248 Kepala Keluarga (KK) di wilayah tersebut.

Personel Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jabar, Iwan, menyebutkan, cuaca ekstrem dan luapan sungai Cinambo sebabkan banjir di wilayah perbatasan Kabupaten Bandung.

Namun, Iwan memastikan, kondisi saat ini lebih baik dibandingkan beberapa hari lalu. Menurutnya, hal itu berdasarkan pantauan tim BPBD.

"Untuk hari ini sudah agak surut. Dilihat ada penurunan. Mudah-mudahan cepat surut. Ini kemungkinan besar dari sungai cinambo, air meluap sehingga menyebabkan banjir," ungkap Iwan kepada wartawan di lokasi, Rabu (15/4/2026).

Sepanjang pantauan BPBD Jabar, kata Iwan, puncak banjir di Derwati terjadi pada hari Senin (13/4/2026). Kondisi tersebut diperparah dengan intensitas hujan yang tinggi selama masa transisi cuaca.

"Imbas cuaca ekstrem dan hujan terus-terusan, akhirnya menyebabkan sungai meluap dan banjir seperti ini," katanya.

"Sesuai dengan yang kami dapat dari kecamatan, itu kurang lebih 248 KK atau 1.180 jiwa. Ini sekitar 2 RW. Kami dari BPBD Provinsi sudah menurunkan dua unit perahu, satu perahu LCR," sambung Iwan.

Perahu-perahu itu, lanjutnya, digunakan warga untuk keperluan aktivitas sehari-hari. Diantaranya transportasi anak-anak berangkat sekolah, lalu membantu keperluan logistik warga yang terdampak banjir.

"Kebutuhan mendesak warga saat ini sembako, air mineral, dan obat-obatan. Sejauh ini belum ada pengungsian, masih di rumah masing-masing," lanjut Iwan.

"Warga diimbau tetap waspada karena masih dalam masa cuaca ekstrem, dimohon juga jaga kesehatan," imbaunya.

Baca juga artikel terkait BANJIR BANDUNG atau tulisan lainnya dari Muhammad Nizar

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Nizar
Penulis: Muhammad Nizar
Editor: Siti Fatimah