tirto.id - Warga sekitar pertigaan Derwati, Kelurahan Rancabolang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung terganggu aktivitasnya karena banjir yang sudah empat hari tak surut.
Menurut pantauan kontributor Tirto.id di lokasi, banjir setinggi lutut orang dewasa yang melanda wilayah perbatasan Kota Bandung dan Kabupaten Bandung itu, belum juga surut. Luapan sungai Cinambo ini juga menyebabkan kemacetan di Jalan Raya Derwati, pada Rabu (15/4/2026).
"Sekarang sudah ada empat hari. Banjir terus. Belum sempat surut. Memang lama di sini mah," keluh seorang warga, Fatimah (35) kepada wartawan di lokasi tersebut.
Ia menilai dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, banjir kali ini yang terparah dialami warga di Derwati. Menurut Fatimah, debit luapan air banjir juga cukup tinggi, bahkan sampai memasuki bagian dalam rumahnya.
"Ini paling parah. Hari keempat sudah masuk ke sini [area rumah]. Harusnya ada [tindakan] pembuangan air lagi, harus disedot. Kalau enggak disedot, tetep banjir," tuturnya
Namun, ia pada akhirnya memilih pasrah dengan keadaan. Ia hanya meminta lebih sigap dan cepat untuk turun tangan. Apalagi aktivitas sehari-hari warga terganggu dengan adanya luapan banjir tersebut.
"Aduh, bukan terganggu lagi. Aduh. Anak saja sudah enggak sekolah berhari-hari. Bukan bosen lagi sama banjir ini. Jualan suami juga jadi terganggu. Jualan bubur kacang," ceritanya.

Sementara itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat (Jabar), terlihat sudah menerjunkan personel untuk evakuasi sejumlah warga. BPBD mengangkut keperluan logistik dan warga terdampak menggunakan perahu penyelamatan.
Berdasarkan data BPBD Jabar, kurang lebih sebanyak 248 kepala keluarga atau 1.180 jiwa terdampak banjir selama empat hari di pertigaan Derwati, Kelurahan Rancabolang, Kecamatan Gedebage tersebut.
Seorang warga lain, Endang (50), menyebut banjir cukup tinggi seperti saat ini sempat terjadi sekira dua tahun lalu. Ia membenarkan tahun ini merupakan banjir paling parah.
Ia lantas menyoroti sistem drainase yang masih tidak berjalan baik, serta dampak dari pembangunan perumahan. Tiap pergantian kepala daerah, menurutnya, ternyata tidak membawa perubahan. Masalah banjir tahunan masih saja dialami warga.
"Banyak perkembangan dan pembangunan, tapi izin pembangunan harus bener juga ke lingkungannya. Harus bener-bener. Lahan resapan juga perbanyak lagi," harapnya.
Penulis: Muhammad Nizar
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id

































