Menuju konten utama

Pemerintah Targetkan Cadangan Jagung 2026 Naik Jadi 1 Juta Ton

Kenaikan target cadangan jagung diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pakan bagi program makan bergizi gratis (MBG) selain ayam dan telur.

Pemerintah Targetkan Cadangan Jagung 2026 Naik Jadi 1 Juta Ton
Petani memanen jagung saat panen raya di Baron, Nganjuk, Jawa Timur, Senin (1/12/2025). ANTARA FOTO/Muhammad Mada/bar

tirto.id - Pemerintah akan menaikkan cadangan jagung nasional menjadi tiga kali lipat pada 2026, dari 300.000 ton menjadi 1 juta ton. Kebijakan ini ditujukan untuk menopang program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus melindungi peternak dari gejolak harga pakan.

Peningkatan target Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) tersebut telah diputuskan dalam rapat koordinasi tingkat menteri yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, Senin (29/12/2025). Selain itu, kebijakan ini sejalan dengan rencana penguatan pasokan protein nasional untuk kebutuhan program MBG yang akan menjangkau 82,9 juta penerima mulai 2026.

“Karena perlu juga itu. Kalau telur perlu banyak, ayam perlu banyak, maka perlu pakan [dari jagung],” kata Zulhas, di Jakarta, Senin (29/12/2025).

Rencana penambahan pasokan ini didasarkan pada proyeksi lonjakan kebutuhan akibat implementasi MBG.

Sementara itu, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyebutkan, program tersebut memerlukan tambahan pasokan 1,1 juta ton daging ayam dan 700.000 ton telur per tahun. Ia pun menyebut kebutuhan jagung pun dipastikan akan membengkak karena jagung merupakan bahan baku utama pakan.

“Ini, pakannya naik agar peternak-peternak ini bisa diantisipasi kenaikan harga pakan yang melonjak tinggi,” ujar Amran.

Untuk mencapai target cadangan 1 juta ton, Perum Bulog akan menjadi lembaga utama yang mengelola pengadaannya dari petani lokal.

Strategi ini sudah dipersiapkan sejak awal tahun. Pada Mei 2025, pemerintah bahkan telah mengalokasikan anggaran Rp6 triliun secara khusus untuk penyerapan 1 juta ton jagung dari petani dengan harga pembelian pemerintah (HPP) Rp5.500 per kilogram.

Sementara itu, untuk cadangan beras, pemerintah (CBP) ditargetkan naik menjadi 4 juta ton pada 2026. “Cadangan beras pemerintah kita dari 3 juta kita naikin jadi 4 juta ton. Agar lebih mudah. Ya nanti untuk SPHP, untuk bantuan beras dan sebagainya,” kata Zulhas.

Peningkatan CBP ini tak lepas dari peningkatan produksi beras nasional. Kementan memperkirakan produksi beras tahun depan mencapai 34,77 juta ton.

Selain itu, peningkatan CBP ini, lanjut Zulhas, juga seirama dengan proyeksi peningkatan jumlah penerima manfaat dari program MBG yang ditargetkan menyentuh 82,9 juta orang.

“Perlu beras banyak sekali. Ikan perlu. Tadi pisang berapa itu Pak? Satu SPPG itu 1,5 hektare. Itu buah pisang per tahun,” tuturnya.

Baca juga artikel terkait JAGUNG atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Andrian Pratama Taher