tirto.id - Pemerintah memastikan tidak ada kenaikan suku bunga untuk program rumah subsidi melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Keputusan ini disampaikan langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, usai koordinasi dengan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Menteri Keuangan atas dukungannya dengan tidak menaikkan bunga untuk rumah subsidi, sehingga bunga rumah subsidi tetap 5 persen,” kata Ara di Jakarta, dikutip Rabu (15/10/2025).
Kepastian ini menjadi angin segar bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang mengincar kepemilikan rumah, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global yang berpotensi memicu kenaikan suku bunga secara umum.
Selain kepastian bunga, pemerintah juga mengalokasikan kuota FLPP sebanyak 350.000 unit untuk tahun depan. Sementara untuk program perbaikan rumah, anggaran Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) akan ditingkatkan secara signifikan.
“Pada tahun ini ada 45.000 unit program renovasi rumah melalui BSPS, dan tahun depan alokasi anggaran naik untuk 400.000 unit,” tambah Ara.
Program FLPP sendiri merupakan skema KPR bersubsidi yang menawarkan suku bunga rendah, uang muka ringan, dan tenor panjang. Sementara BSPS difokuskan untuk menangani 26,9 juta unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Indonesia.
Menteri Ara juga menjamin penyerapan anggaran di kementeriannya akan mencapai target yang ditetapkan. Paling tidak mencapai 96 persen hingga akhir tahun.
“Saya janjikan penyerapan kami di Desember 2025 akhir itu paling tidak 96 persen akan tercapai,” katanya.
Dukungan dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menguatkan koordinasi antar kementerian dalam memperlancar program perumahan ini.
“Ini semuanya kita yang bikin, aturannya kita yang bikin. Jadi kita bisa bereskan dengan cepat,” ujar Purbaya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id






































