Menuju konten utama

Pemerintah Kebut Proyek Hilirisasi Senilai 45 Miliar Dolar AS

Proyek-proyek hilirisasi segera memasuki tahap realisasi fisik dengan memulai groundbreaking pada Juni 2025.

Pemerintah Kebut Proyek Hilirisasi Senilai 45 Miliar Dolar AS
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kanan) bersama Menteri Investasi/Kepala BPKM Rosan Roeslani memberikan keterangan pers usai mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (22/5/2025). Rapat terbatas tersebut membahas kelanjutan proyek hilirisasi baterai kendaraan listrik khususnya mengenai peralihan investasi dari konsorsium LG ke Huayou dan perkembangan proyek serupa dengan Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Spt.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri dan Satuan Tugas (Satgas) Hilirisasi ke Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (23/5/2025). Topik yang dibahas yakni percepatan proyek hilirisasi nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan mereka tepatnya membahas tindak lanjut terhadap proyek prioritas hilirisasi yang mencakup berbagai sektor strategis.

"Total investasinya kurang lebih sekitar hampir 45 miliar dolar Amerika Serikat yang akan langsung kita jalankan," ucap Bahlil di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (23/5/2025).

Menurut dia, proyek-proyek tersebut segera memasuki tahap realisasi fisik dengan memulai groundbreaking pada Juni 2025. Bahlil pun menyampaikan bahwa proyek ini termasuk ke dalam program prioritas Prabowo.

"Ini semuanya sudah kami bicarakan, sudah detail sekali. Dan ini adalah kolaborasi di antara satgas dan Kementerian Investasi dan kementerian-kementerian teknis yang lainnya," sebut Bahlil.

Ketua Umum Partai Golkar itu berujar, proyek-proyek yang dibahas mencakup hilirisasi nikel, bauksit, pembangunan refinery dan fasilitas storage, serta sektor-sektor strategis seperti perikanan, pertanian, perkebunan, dan kehutanan.

Salah satu fokus utama lainnya adalah pengembangan ekosistem industri baterai kendaraan listrik yang dapat menjadi langkah penting menuju kemandirian industri nasional.

“Selama ini kan kita minoritas, jadi sekarang kita mau bikin mayoritas," kata Bahlil.

"Selama ini kita bangun ekosistem baterai untuk mobil, tapi ke depan kita akan bikin ekosistem baterai untuk motor. Nah selama ini kan motor kita sekitar 140 juta yang di jalan, ini sebagian untuk bagaimana melakukan substitusi terhadap pemakaian BBM dalam rangka mendorong transisi energi,” sambung dia.

Sementara itu, Bahlil menyatakan bahwa sebagian besar pembiayaan proyek diharapkan berasal dari entitas nasional Danantara. Kepemilikan saham dalam proyek juga akan diupayakan tetap dalam kendali negara sesuai arahan Prabowo.

“Saya yakinkan bahwa arahan Bapak Presiden Prabowo, ini proyek merah putih. Artinya kita usahakan, maksimalkan agar semua mayoritasnya ada di negara,” ucapnya.

Baca juga artikel terkait HILIRISASI atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Insider
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Bayu Septianto