Menuju konten utama

Pemerintah Dorong SPBU Swasta Bangun Kilang Sendiri di Indonesia

Hal ini mencermati kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang ada di SPBU swasta lantaran tingginya permintaan terhadap bahan bakar di SPBU tersebut.

Pemerintah Dorong SPBU Swasta Bangun Kilang Sendiri di Indonesia
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu di Hotel St. Regis, Jakarta, Kamis (27/2/2025). tirto.id/Nabila Ramadhanty Putri Darmadi.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah mendorong pengelola SPBU swasta seperti Vivo, AKR, Shell, dan Exxonmobil untuk berinvestasi membangun kilang minyak sendiri di Indonesia. Hal ini mencermati kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang ada di SPBU swasta lantaran tingginya permintaan terhadap bahan bakar di SPBU tersebut.

“Dalam kerangka memang ujungnya apabila bisa menciptakan produk yang punya nilai jual yang jauh lebih baik dan itu memang secara aturannya memang industri-nya itu sudah terbuka, kita dorong,” kata Wakil Menteri BKPM, Todotua Pasaribu, dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (7/10/2025).

Dia menjelaskan, saat ini sudah terdapat sejumlah kilang minyak milik swasta seperti di Jawa Timur dan Sumatera Selatan.

“Sepengetahuan saya industri yang dibuka downstream-nya ya, tapi kalau pertama kilang itu masih masuk di midstream ya kan, tetapi memang ada kilang-kilang swasta yang sudah terjadi, ada di wilayah Jawa Timur, ada di wilayah Sumatera Selatan ya tentunya kita dorong,” ujarnya.

Todotua menjelaskan, kelangkaan BBM di SPBU swasta yang terjadi di dalam negeri belakangan ini disebabkan oleh peralihan penggunaan BBM subsidi ke nonsubsidi.

Sehingga, permintaan untuk BBM di SPBU milik swasta meningkat. Kelangkaan ini, sambungnya, baru pertama kali terjadi di Indonesia sejak para pengelola SPBU swasta ini masuk ke dalam negeri.

“Dan ini kan karena adanya shifting demand consumer daripada masyarakat yang selama ini menggunakan subsidi kepada non-subsidi sehingga ini berdampak terhadap bertambahnya volume daripada kuota penjualan daripada teman-teman SPBU pihak swasta,” tuturnya.

Dia menjelaskan, pada tahun ini pemerintah sudah menyediakan kuota impor untuk pengelola SPBU swasta dan sudah diserap 100 persen. Kemudian, atas tingginya permintaan pemerintah menambah 10 persen kuota tambahan.

Semua kuota yang totalnya 110 persen ini sudah terserap sepenuhnya. Namun, pemerintah enggan menambah kuota tambahan lagi dan meminta pihak swasta untuk menyerap kuota impor BBM milik Pertamina.

“Setelah kita lihat tadi kan ini memang ada porsi kuota yang masih dimiliki oleh Pertamina, itu tadi penjelasannya jelas, tetapi nanti tinggal kita lihat B2B seperti apa,” ucapnya.

Baca juga artikel terkait BKPM atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dwi Aditya Putra