Menuju konten utama

Pertamina Penuhi Standar Tertinggi BBM demi Suplai SPBU Swasta

Dalam perjanjian terbaru dengan pengelola SPBU swasta, Pertamina sepakat untuk menggunakan spesifikasi tertinggi dari di antara para pelaku usaha.

Pertamina Penuhi Standar Tertinggi BBM demi Suplai SPBU Swasta
PT Pertamina Persero telah menyepakati untuk memenuhi spesifikasi tertinggi yang diminta oleh Badan Usaha Swasta agar Bahan Bakar Minyak (BBM) miliknya dapat diserap saat konferensi pers di Kantor BKPM, Jakarta, Selasa (7/10/2025). tirto.id/Nanda Aria Putra
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - PT Pertamina Persero telah menyepakati untuk memenuhi spesifikasi tertinggi yang diminta oleh Badan Usaha Swasta agar Bahan Bakar Minyak (BBM) miliknya dapat diserap. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode, Sulaeman.

Menurutnya, dalam perjanjian terbaru dengan para pihak pengelola SPBU swasta, Pertamina sepakat untuk menggunakan spesifikasi tertinggi dari di antara para pelaku usaha.

“Makanya di perjanjian terakhir ini akan dipakai spesifikasi tertinggi. Pertamina berkomitmen seperti itu, dari badan usaha tersebut mana yang speknya tertinggi itu yang akan dipakai,” katanya usai konferensi pers di Kantor BKPM, Jakarta, Selasa (7/10/2025).

Pasalnya, salah satu pelaku usaha enggan menyerap BBM milik Pertamina lantaran kualitasnya tidak sesuai standar perusahaan tersebut. Utamanya untuk BBM dengan jenis bensin untuk oktan RON-92.

Menurutnya, pemerintah dan Pertamina saat ini fokus pada penyediaan pasokan bensin dengan RON-92 untuk swasta, belum RON-95, lantaran pengguna BBM jenis itu yang paling banyak digunakan di dalam negeri.

“Kan yang RON-92 dulu kita beresin. Yang paling banyak yang beli pengguna motor dan lain-lain kan itu dulu. Sebenarnya RON itu dari kilang bisa disiapkan,” ujarnya.

Lebih jauh, dia memastikan bahwa untuk tahun ini langkah yang diambil pemerintah untuk menanggulangi kelangkaan BBM di SPBU swasta adalah dengan menyerap kuota impor BBM yang ada di Pertamina.

Dia menekankan, hingga akhir tahun pengelola SPBU swasta tidak lagi diberikan kuota Impor tambahan, lantaran kuota impor yang disediakan sudah terealisasi hingga 110 persen.

“Neraca komoditas itu jangan sebentar-bentar impor, sudah dikasih 100 persen, impor lagi 10 persen, sudah 110 persen mau nambah lagi. Kita bilang ini tetangga (Pertamina) masih punya banyak kuotanya. Jangan sebentar-bentar impor,” ucapnya.

Namun, dia belum dapat memastikan bahwa tahun depan apakah pengelola SPBU swasta seperti PT Vivo Energy Indonesia (Vivo) dan PT Aneka Petroindo Raya (APR)-AKR Corporindo Tbk (pengelola SPBU BP) dan Shell Indonesia akan diberikan kuota impor lebih besar dari tahun ini.

“Kemungkinan (tambahan impor) selalu ada. Cuman kalau saya ngomong sekarang kan saya salah. Saya kan belum menghitung. Kemungkinannya ada. Kalau tahun ini kita kan sudah ada langkah kolaborasi,” tuturnya.

Adapun, Vivo, AKR, dan Shell Indonesia masih berdiskusi dengan PT Pertamina Patra Niaga terkait dengan pemenuhan kuota impor BBM base fuel yang sesuai dengan standar perusahaan.

“Shell Indonesia terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait dan pemangku kepentingan lainnya agar produk bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin kembali tersedia di jaringan SPBU Shell sesegera mungkin sesuai dengan standar keselamatan operasional dan standar bahan bakar berkualitas tinggi Shell secara global,” kata President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia, Ingrid Siburian, dalam keterangan resmi, dikutip Selasa.

Baca juga artikel terkait PERTAMINA atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dwi Aditya Putra