Menuju konten utama

Pembunuhan Rahma Ayad Picu Protes Komunitas Aljazair di Jerman

Tragedi pembunuhan seorang perempuan asal Aljazair di Jerman memicu protes.

Pembunuhan Rahma Ayad Picu Protes Komunitas Aljazair di Jerman
Ilustrasi Pembunuhan. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Rahma Ayad, seorang perempuan asal Aljazair yang menjalani magang keperawatan di Jerman, dikabarkan telah dibunuh secara kejam. Tragedi ini memicu protes dari komunitas Aljazair di Jerman.

Dikutip dari laman The New Arab, Rahma Ayad dibunuh di apartemennya di kawasan Arnum, selatan Hannover, Jerman. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (4/7/2025) pagi. Terduga pelakunya adalah tetangga di apartemen korban.

Kabar pembunuhan perempuan muslim asal Aljazair di Jerman ini tidak banyak diberitakan oleh media-media besar. Namun, di ranah maya justru ramai karena banyak unggahan yang membahas mengenai kasus tragis ini di media sosial.

Siapa Rahma Ayad dan Bagaimana Kronologi Pembunuhannya?

Rahma Ayad, menurut laporan The New Arab, adalah seorang perawat magang berusia 26 tahun asal Aljazair. Rahma tewas karena luka tusuk di bagian dada dan bahunya saat berada di tangga apartemennya.

Menurut keterangan dari saksi yang merupakan tetangga Rahma di apartemen yang sama, pada Jumat (4/7/2025 pagi), terdengar jeritan minta tolong. Saksi yang mendengar jeritan itu kemudian menelepon layanan bantuan.

Sayangnya, nyawa Rahma Ayad tidak tertolong. Ia mengembuskan nafas terakhir sesaat setelah bantuan datang.

Saat petugas kepolisian mendatangi lokasi, pria Jerman berusia 31 tahun yang tinggal di gedung yang sama ditangkap hari itu juga. Pria yang dicurigai sebagai pelaku itu saat ini masih ditahan oleh pihak yang berwajib.

Melalui saluran TV Al-Araby, keluarga Rahma Ayad menceritakan, dua bulan sebelum kejadian tersebut, Rahma kerap bercerita jika ada seorang tetangganya yang melakukan pelecehan terhadapnya.

Belum diketahui secara pasti pelecehan apa yang diterima Rahma Ayad dari tetangganya, namun sang ibu mengingat jika ada pelecehan yang terkait dengan jilbab dan identitas Arab putrinya.

Protes dari Komunitas Aljazair di Jerman

Pembunuhan Rahma Ayad ini mengundang protes dari komunitas warga Aljazair di Jerman. Bersama komunitas Arab yang lain, mereka menggelar aksi protes di depan apartemen Rahma Ayad pada Selasa (8/7/2025) pekan lalu.

Mereka menyuarakan tuntutan agar kasus pembunuhan Rahma Ayad ini diusut sampai tuntas. Selain itu, mereka juga meminta pemerintah Jerman untuk lebih memperhatikan isu-isu rasisme yang semakin berkembang di Eropa.

“Seandainya pelakunya adalah seorang muslim dan korbannya orang Jerman, ini akan menjadi berita utama di mana-mana,” seru salah seorang pengunjuk rasa, sebagaimana dilaporkan Al-Araby TV.

Dilansir laman resmi Kedutaan Aljazair di Belgia, Menteri Negara Aljazair untuk Komunitas Nasional di Luar Negeri, Sofiane Chaib, telah mengadakan pertemuan dengan Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Aljazair, George Felsheim.

Dalam pertemuan tersebut, Sofiane Chaib meminta Jerman untuk mengusut kejahatan keji yang menewaskan salah satu warga Aljazair yakni Rahma Ayad.

Sofiane Chaib juga memberikan penegasan mengenai motif pelaku dalam melakukan aksi sadisnya itu dikarenakan isu rasisme. Ia juga meminta pemerintah Jerman melakukan tindakan preventif agar kejadian seperti itu tidak lagi terulang di masa depan.

Pemerintah Aljazair juga menegaskan bahwa semua biaya pemulangan jenazah Rahma Ayad dari Jerman ke Oran, Aljazair, untuk dimakamkan, ditanggung.

Baca juga artikel terkait INTERNASIONAL atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Iswara N Raditya