tirto.id - Ompreng atau food tray Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut mengandung minyak babi. Tak hanya itu, tempat makan yang berlabel buatan Indonesia dan telah lolos uji standar itu diberitakan sebenarnya adalah produksi industri rumahan di Cina.
Sebuah berita menggemparkan bagi masyarakat Indonesia ketika Indonesia Business Post melaporkan pada Senin (25/8) tentang kemungkinan ompreng MBG diproduksi di Cina.
Mereka melampirkan foto-foto hasil investigasi yang memperlihatkan para pekerja di Cina sedang memproduksi ompreng dengan label “Program Makan Bergizi Gratis”.
Tak hanya itu, diperlihatkan juga pada ompreng tersebut tertulis “Made In Indonesia” dan tulisan Standar Nasional Indonesia (SNI).
Yang lebih mencengangkan lagi adalah terdapat dokumen berbahasa Indonesia yang merinci kandungan utama dalam ompreng MBG salah satunya adalah lemak babi olahan.
Laporan IBP Soal Ompreng MBG Mengandung Lemak Babi
Menurut laporan investigasi Indonesia Business Post di beberapa pabrik di Chaoshan, Cina, menemukan indikator yang menunjukkan bahwa produksi nampan makanan, baik tipe 201 maupun 304, kemungkinan melibatkan penggunaan minyak lemak babi untuk melumasi.
Berdasarkan dokumen dan wawancara pabrik, minyak lemak babi terkadang dicampur dengan minyak mineral dan aditif lainnya untuk mengurangi gesekan dan meningkatkan kinerja mesin selama fabrikasi baja tahan karat, terutama dalam operasi berat.
Satu Lembar Data Keselamatan (LDK) yang diperoleh IBP mengisyaratkan kemungkinan penggunaan minyak lemak babi, yang mendorong penyelidikan lebih lanjut karena pelumas tersebut bersentuhan langsung dengan baja tahan karat yang ditujukan untuk nampan makanan anak-anak.
Jika terkonfirmasi, hal ini dapat menimbulkan pertanyaan serius tentang kepatuhan halal untuk nampan makanan atau ompreng MBG.
Respons Pemerintah Terhadap Tudingan Ompreng MBG Mengandung Minyak Babi
Badan Gizi Nasional (BGN) yang dimintai keterangan terkait hal itu mengatakan jika saat ini jajarannya sedang melakukan pengecekan lebih dalam.
"Sedang check and recheck (diperiksa kembali)," ujar Kepala BGN Dadan Hindayana dikutip Antara (26/8).
Sikap BGN yang berhati-hati dalam menjawab rumor mengenai nampan MBG mengandung lemak babi ini juga sejalan dengan sikap Menteri Agama Nasaruddin Umar .
Menurut Nasaruddin Umar jika memang terbukti ada kandungan babi yang merupakan hewan yang diharamkan dikonsumsi oleh umat Muslim pada ompreng MBG, maka pemerintah harus memperbaikinya.
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi mengatakan jika selama ini belum ditemukan adanya kandungan minyak atau lemak babi dalam food tray MBG. Namun, jika masyarakat merasa was-was, maka Hasan Nasbi mengusulkan uji lab yang akan dilakukan oleh BPOM.
"Sejauh ini, kami tidak menemukan [adanya nampan MBG mengandung minyak babi]," usul Hasan Nasbi.
Hasan Nasbi meminta masyarakat untuk tidak menelan mentah-mentah rumor negatif apalagi yang berkaitan dengan program pemerintah. Selama uji lab BPOM belum dilakukan, kemungkinannya masih dua benar dan tidak.
"Kalau memang ada kekhawatiran soal itu, kita uji saja. Bisa diuji di BPOM. Kita bisa uji kok, tadi saya sudah ketemu sama Kepala BPOM. Jadi, itu pentingnya kita tidak gampang termakan isu yang sensitif, dan itu kan perlu diperiksa," pintanya lagi.
Selain melaporkan jika nampan MBG mengandung lemak babi, Indonesia Business Post juga mengindikasikan adanya penggunaan bahan stainless steel tipe 201.
Bahan ini tidak layak untuk kontak langsung dengan makanan, dan pernah dilarang pemerintah Indonesia karena berisiko terhadap kesehatan.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id






























