Menuju konten utama

PCO Jamin Ompreng MBG Tak Mengandung Minyak Babi

Hasan Nasbi mengklaim pemerintah tak menemukan adanya nampan atau ompreng yang dipakai untuk MBG mengandung minyak babi.

PCO Jamin Ompreng MBG Tak Mengandung Minyak Babi
Pekerja menunjukan menu paket makanan bergizi gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lamongan, Jawa Timur, Rabu (22/1/2025). ANTARA FOTO/Rizal Hanafi/Spt.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO), Hasan Nasbi, mengklaim pemerintah tak menemukan adanya nampan atau ompreng yang dipakai di program Makan Bergizi Gratis (MBG), mengandung minyak babi.

"Sejauh ini, kami tidak menemukan [adanya nampan MBG mengandung minyak babi]," ujar Hasan di Kantor PCO, Jakarta Pusat, Selasa (26/8/2025).

Di satu sisi, Hasan meminta nampan-nampan itu diujicobakan di laboratorium independen maupun di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Ia menilai keterlibatan BPOM dalam pengecekan tersebut tak akan sulit untuk dilakukan.

Pasalnya, Hasan kerap berkoordinasi dengan pihak BPOM. Ia justru meminta masyarakat tidak terhasut dengan isu miring terkait MBG.

"Kalau memang ada kekhawatiran soal itu, kita uji saja. Bisa diuji di BPOM. Kita bisa uji kok, tadi saya sudah ketemu sama Kepala BPOM. Jadi, itu pentingnya kita tidak gampang termakan isu yang sensitif, dan itu kan perlu diperiksa," ucap dia.

Sebagai informasi, beredar laporan dari Indonesia Business Post yang melakukan investigasi di wilayah Chaoshan, Guangdong, Cina, yang diduga merupakan importir nampan program MBG.

Dalam laporan tersebut, Indonesia Business Post melaporkan penemuan 30-40 pabrik yang memproduksi nampan untuk pasar global, termasuk salah satunya diduga untuk MBG di Indonesia.

Laporan tersebut mengklaim penemuan dugaan praktik pemalsuan label Made in Indonesia dan logo SNI pada nampan yang sebenarnya diproduksi di Cina, yakni ompreng tipe 201 yang diduga mengandung logam berwarna putih keabu-abuan (mangan) yang tinggi dan tidak cocok untuk makanan asam.

Selain itu, ditemukan indikasi adanya penggunaan minyak babi atau lard dalam ompreng yang diproduksi.

Di satu sisi, Badan Standardisasi Nasional (BSN) menyatakan telah menetapkan SNI 9369:2025 tentang wadah bersekat dari baja tahan karat untuk MBG.

"Standar ini kami tetapkan pada 18 Juni 2025 melalui Keputusan Kepala BSN Nomor 182/KEP/BSN/6/2025. Ini merupakan standar baru hasil pengembangan sendiri yang disusun oleh Komite Teknis 77-02, Produk Logam Hilir," sebut Deputi Bidang Pengembangan Standar BSN, Hendro Kusumo.

"Dengan standar ini kami ingin memastikan bahwa food tray yang digunakan dalam Program MBG aman digunakan, tidak mudah rusak, dan tidak mengandung zat berbahaya. Ini juga mendorong industri dalam negeri untuk memproduksi peralatan makan yang berkualitas," kata Hendro.

Baca juga artikel terkait MAKAN BERGIZI GRATIS atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Bayu Septianto