Menuju konten utama

Okupansi Hotel di DIY Saat Lebaran 2026 Turun Hanya 60%

Okupansi hotel di Yogyakarta saat Lebaran 2026, jauh dari target 85 persen akibat isu kepadatan wisatawan, daya beli melemah, dan maraknya akomodasi ilegal.

Okupansi Hotel di DIY Saat Lebaran 2026 Turun Hanya 60%
Tugu Yogyakarta. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PHRI DIY) mengungkapkan total okupansi penginapan dan hotel selama masa libur Lebaran 2026 hanya sekitar 60 hingga 70 persen.

Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan angka ini menurun dibanding periode Lebaran 2025. Tak hanya itu angka ini juga meleset jauh dari target PHRI yakni 85 persen.

“Kalau dirata-rata hanya 60 sampai 70 persen [okupansi] di periode 16 sampai 24 Maret. Target 85 persen, jauh meleset. Dibanding tahun lalu agak sedikit menurun, tapi kan libur tahun lalu itu panjang,” kata Deddy saat dihubungi kontributor Tirto melalui pesan singkat, Kamis (26/3/2026).

Berdasarkan analisis sementara PHRI, ada tiga faktor yang menyebabkan okupansi penginapan menurun. Pertama, karena banyaknya informasi soal 8 juta orang yang akan memadati DIY.

Menurut Deddy, narasi tersebut membuat calon wisatawan menjadi takut untuk datang dan memilih destinasi di kota lain.

“Satu adalah berita-berita atau informasi yang konon katanya 8,2 juta akan ke Jogja. Nah, itu membuat takut orang akan datang ke Jogja. Karena takut macet, padat jalannya, tidak kebagian kamar lalu dia mengalihkan ke destinasi lain,” ujarnya.

Deddy Pranowo Eryono

Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono saat ditemui di Sekretariat PHRI DIY. tirto.id/Abdul Haris

Kedua, disebabkan menurunnya daya beli masyarakat. Ketiga, Deddy membeberkan masih adanya akomodasi ilegal yang ada di DIY sehingga mempengaruhi okupansi pada anggota PHRI.

Praktik akomodasi ilegal juga bukannya tak berizini, tapi poenyalahgunaan fungsi. “Ilegal itu berizin tapi tidak sesuai peruntukannya, misalnya kos-kosan yang disewakan harian,” tambahnya.

Lebih lanjut, Deddy menilai adanya tren positif dari kenaikan okupansi di Kabupaten Gunung yang naik 60 hingga 70 persen, nilai itu disebut mampu menyaingi okupansi hotel di Kota Yogyakarta maupun Kabupaten Sleman.

Di sisi lain, Deddy meminta agar Pemda DIY bisa terus melakukan inovasi dalam hal destinasi sehingga mampu mendongkrak perekonomian baik di sektor perhotelan maupun lainnya.

Baca juga artikel terkait YOGYAKARTA atau tulisan lainnya dari Abdul Haris

tirto.id - Flash News
Reporter: Abdul Haris
Penulis: Abdul Haris
Editor: Alfons Yoshio Hartanto