Menuju konten utama

John Tobing Pencipta Lagu Darah Juang Meninggal di RSA UGM Yogya

Lagu Darah Juang kerap dinyanyikan saat aksi unjuk rasa sebagai simbol dan semangat bagi anak muda untuk melakukan perlawanan atas ketidakadilan.

John Tobing Pencipta Lagu Darah Juang Meninggal di RSA UGM Yogya
Ilustrasi Duka Cita. foto/isotckphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pencipta lagu Darah Juang dan aktivis, Johnsony Maharsak Lumban Tobing atau John Tobing, dikabarkan meninggal dunia Rabu (25/2/2026) malam. Rekan almarhum John, Joko Utomo mengonfirmasi kepulangannya.

"Benar, Johnsony meninggal pukul 20.45 di RSA UGM," kata Joko saat dihubungi kontributor Tirto melalui WhatsApp pada Rabu (25/2/2026).

Meski begitu, ia belum bisa memastikan penyebab meninggalnya John Tobing.

"Belum dapat keterangan dari dokter," ujarnya.

Namun, ia mengatakan berdasarkan penjelasan dari istri John Tobing, bahwa ada indikasi serangan jantung. "Masuk ICU RSA sekira subuh tadi," ucapnya.

Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai rencana pemakaman.

Sejarah Lagu dan Lirik Darah Juang

John Tobing dikenal luas di kalangan aktivis melalui lagu "Darah Juang" yang diciptakannya. Lagu ini kerap dinyanyikan saat aksi unjuk rasa sebagai simbol dan semangat bagi anak muda untuk melakukan perlawanan atas ketidakadilan.

Dikutip dari buku Penakluk Rezim Orde Baru: Gerakan Mahasiswa 1998, tulisan Muridan Satrio, lagu "Darah Juang" diciptakan pada awal 1990-an. Lagu ini populer di kalangan aktivis mahasiswa, terutama di Yogyakarta, kemudian berkembang ke daerah-daerah lain.

Saat itu, pengorbanan adalah harga yang pasti harus dibayar. Oleh karena itu, mereka sadar atas sikap mereka sehingga munculah frasa yang tergambar dalam "Darah Juang". Kata "darah" sendiri menunjukkan akan totalitas mahasiswa untuk menghadapi risiko apa pun yang diakibatkan dari protes mereka terhadap penguasa. Sementara kata "juang" adalah sikap dari perjuangan itu sendiri.

Atas segala persoalan ketidakadilan dan pembungkaman yang muncul saat itu, lagu ini cepat mendapat tempat sekaligus menjadi pengobar semangat, yang kemudian hari selalu dinyanyikan oleh aktivis mahasiswa setiap kali hendak menggelar aksi.

Baca juga artikel terkait BERITA DUKA atau tulisan lainnya dari Abdul Haris

tirto.id - Flash News
Kontributor: Abdul Haris
Penulis: Abdul Haris
Editor: Bayu Septianto