Menuju konten utama

OJK Catat Kredit Bank Anjlok ke Level 7,36 % per Oktober 2025

Pertumbuhan kredit tersebut mengalami penurunan signifikan dibandingkan dengan periode Oktober 2024 yang masih bisa tumbuh sebesar 10,92 persen.

OJK Catat Kredit Bank Anjlok ke Level 7,36 % per Oktober 2025
Logo OJK Otoritas Jasa Keuangan. FOTO/OJK
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kredit bank pada Oktober 2025 tercatat senilai Rp8.220,21 triliun, tumbuh 7,36 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan kredit tersebut mengalami penurunan signifikan dibandingkan dengan periode Oktober 2024 yang masih bisa tumbuh sebesar 10,92 persen.

Pun, dibandingkan dengan posisi September 2025 yang tumbuh sebesar 7,70 persen, pertumbuhan kredit Oktober. Meski begitu, kinerja intermediasi perbankan dinilai masih tumbuh, dengan profil risiko yang terjaga.

"Kinerja intermediasi perbankan meningkat dengan profil risiko yang terjaga dan ekuitas di level yang memadai,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan sekaligus Anggota Dewan Komisioner OJK, Dian Ediana Rae, dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulan November 2025 secara daring, dikutip Jumat (12/12/2025).

Jika ditilik berdasarkan jenis penggunaannya, kredit investasi mencatatkan pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 15,72 persen, diikuti oleh kredit konsumsi tumbuh 7,03 persen, sementara kredit modal kerja tumbuh 2,39 persen (yoy). Dari kategori debitur, kredit korporasi tumbuh sebesar 11,02 persen, sementara kredit UMKM terkontraksi 0,11 persen (yoy).

"Pertumbuhan kredit sebesar 7,36 persen tersebut terutama dikontribusikan dari pertumbuhan pada sektor rumah tangga sebesar 7,28 persen, diikuti industri pengolahan sebesar 7,53 persen, serta pertambangan dan penggalian sebesar 14,58 persen," papar Dian.

Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat tumbuh sebesar 11,48 persen (yoy), lebih tinggi dari posisi September 2025 11,18 persen, menjadi Rp9.756,6 triliun.

"BI-Rate tetap stabil setelah turun 125 bps sejak awal tahun, dan telah diikuti dengan penurunan suku bunga perbankan secara bertahap," sambungnya.

Dibandingkan tahun sebelumnya, rata-rata tertimbang suku bunga kredit rupiah tercatat turun 16 bps (yoy) dan 5 bps (mtm), menjadi 9,01 persen pada Oktober 2025, utamanya didorong penurunan suku bunga kredit produktif.

Dari sisi penghimpunan dana, rata-rata tertimbang suku bunga DPK rupiah per Oktober 2025 yang sebesar 2,85 persen, juga terpantau menurun dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 10 bps. Penurunan ini terjadi pada semua jenis DPK, terutama deposito, sejalan dengan tren penurunan suku bunga BI-Rate.

"Suku bunga tertimbang DPK juga turun 22 bps dibandingkan Oktober tahun lalu sebesar 3,07 persen. Adapun suku bunga Deposito tercatat turun 53 bps (yoy) dari 5,28 persen pada Oktober 2024 dan 21 bps (mtm) dari 4,96 persen pada September 2025, menjadi 4,75 persen pada Oktober 2025," jelas Dian.

Baca juga artikel terkait OTORITAS JASA KEUANGAN atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama