Menuju konten utama

Negara Teluk Mau Setop Ekspor, Harga Minyak Diramal US$150/Barel

Menteri Energi Qatar proyeksikan harga minyak dunia dapat melambung hingga 150 dolar AS per barel.

Negara Teluk Mau Setop Ekspor, Harga Minyak Diramal US$150/Barel
Texas Wells di Permian Dibor dan Fracked. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Menteri Energi Qatar, Saad al-Kaabi, memproyeksikan bahwa harga minyak dunia dapat melambung hingga 150 dolar AS per barel.

Pasalnya, negara-negara teluk produsen energi utama akan menghentikan ekspor dalam beberapa minggu ke depan sebagai tindakan kahar untuk mengamankan cadangan energi mereka masing-masing.

"Setiap pihak yang belum memberlakukan force majeure, kami perkirakan akan melakukannya dalam beberapa hari ke depan jika situasi ini berlanjut. Semua eksportir di kawasan Teluk harus memberlakukan force majeure," kata Kaabi dikutip dari Reuters, Jumat (6/3/2026).

Kaabi mengatakan bahwa meskipun perang berakhir segera, Qatar akan membutuhkan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan untuk kembali ke siklus pengiriman normal.

Adapun, pada Senin lalu Qatar telah menghentikan produksi gas alam cair (LNG), sesaat setelah Iran melancarkan serangan ke negara-negara Teluk sebagai pembalasan atas serangan Israel dan Amerika Serikat.

Sedangkan, produksi LNG Qatar setara dengan sekitar 20 persen dari pasokan global dan memainkan peran utama dalam menyeimbangkan permintaan bahanbakar di pasar Asia dan Eropa.

Kaabi menjelaskan, meskipun belum ada kerusakan pada operasi lepas pantai Qatar, dampak lanjutan di darat masih terus dievaluasi.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana