Menuju konten utama

Mensesneg Wajarkan Penundaan RUPS BUMN, Sebut Buat Pembenahan

Penundaan RUPS dan aksi korporasi dilakukan untuk pembenahan jajaran direksi BUMN.

Mensesneg Wajarkan Penundaan RUPS BUMN, Sebut Buat Pembenahan
Presiden Prabowo Subianto (tengah) didampingi Menteri BUMN Erick Thohir (ketiga kanan), Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani (kiri), Chief Investment Officer (CIO) Pandu Patria Sjahrir (kedua kanan), dan Chief Operating Officer (COO) Dony Oskaria (kanan) menghadiri Town Hall Danantara Indonesia di Jakarta, Senin (28/4/2025). Acara tersebut digelar dalam rangka penyampaian arah strategis BPI Danantara Indonesia serta memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/tom.

tirto.id -

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mewajarkan penundaan rapat umum pemegang saham (RUPS) perusahaan BUMN non-Tbk. Sebab, ia menilai penundaan itu dilakukan untuk pembenahan jajaran direksi BUMN.

Mengingat, semua BUMN kini dikelola Badan Pengelola Investasi PT Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

"Substansinya itu adalah saat ini kan sedang proses pembenahan seluruh BUMN kita di bawah koordinasi Danantara," ucapnya di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (9/5/2025).

Ia menyebutkan, jika melakukan RUPS, BUMN akan memiliki jajaran direksi baru. Akan tetapi, jika direksi baru tersebut tidak bekerja dengan maksimal, pembenahan akan dilakukan kembali.

Dengan demikian, bakal ada dua kali pembenahan ketika BUMN non Tbk melakukan RUPS saat ini. "Kalau proses pembenahan, evaluasi pembenahan di Danantara ini belum selesai, sementara sudah RUPS, nanti [direksi] sudah terpilih, nanti kan harus dibenah lagi," tutur Prasetyo.

Sebelumnya, Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani meminta BUMN non Tbk agar menunda RUPS serta aksi korporasi. Menurut dia, penundaan itu dilakukan berdasarkan permintaan Presiden Prabowo Subianto yang meminta direksi BUMN diisi sumber daya manusia terbaik.

"Karena memang kembali lagi, ini musti yang kalau Bapak [Prabowo] bilang best trained, best talent, berdasarkan meritokrasi terbaik," ucapnya di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (8/5/2025).

Rosan menyebutkan, penundaan juga dilakukan lantaran Danantara selaku pemegang saham perusahaan berpelat merah ingin memantau operasional perusahaan BUMN.

Di satu sisi, ia memastikan direksi BUMN akan diisi oleh pihak berlatar belakang baik. Rosan mencontohkan, pemilihan direksi BUMN akan serupa dengan pemilihan direksi Danantara.

Baca juga artikel terkait MENSESNEG atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Insider
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana