tirto.id -
Mengingat, semua BUMN kini dikelola Badan Pengelola Investasi PT Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
"Substansinya itu adalah saat ini kan sedang proses pembenahan seluruh BUMN kita di bawah koordinasi Danantara," ucapnya di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (9/5/2025).
Ia menyebutkan, jika melakukan RUPS, BUMN akan memiliki jajaran direksi baru. Akan tetapi, jika direksi baru tersebut tidak bekerja dengan maksimal, pembenahan akan dilakukan kembali.
Dengan demikian, bakal ada dua kali pembenahan ketika BUMN non Tbk melakukan RUPS saat ini. "Kalau proses pembenahan, evaluasi pembenahan di Danantara ini belum selesai, sementara sudah RUPS, nanti [direksi] sudah terpilih, nanti kan harus dibenah lagi," tutur Prasetyo.
Sebelumnya, Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani meminta BUMN non Tbk agar menunda RUPS serta aksi korporasi. Menurut dia, penundaan itu dilakukan berdasarkan permintaan Presiden Prabowo Subianto yang meminta direksi BUMN diisi sumber daya manusia terbaik.
"Karena memang kembali lagi, ini musti yang kalau Bapak [Prabowo] bilang best trained, best talent, berdasarkan meritokrasi terbaik," ucapnya di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (8/5/2025).
Rosan menyebutkan, penundaan juga dilakukan lantaran Danantara selaku pemegang saham perusahaan berpelat merah ingin memantau operasional perusahaan BUMN.
Di satu sisi, ia memastikan direksi BUMN akan diisi oleh pihak berlatar belakang baik. Rosan mencontohkan, pemilihan direksi BUMN akan serupa dengan pemilihan direksi Danantara.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id






































