tirto.id -
Meski demikian, Erick enggan mengungkapkan kapan serta berapa total dividen BUMN yang masuk ke Danantara. Ia justru mengarahkan awak media untuk bertanya langsung kepada Kepala Danantara Rosan Roeslani.
"Sudah masuk dananya [dividen BUMN] sebagian besar [ke Danantara]," ucapnya di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (8/5/2025).
Sebelumnya, Rosan menyampaikan bahwa aset perusahaan BUMN nantinya akan dikelola oleh Danantara. Setelah dilakukan penilaian, total aset trsebut mencapai sekitar 982 miliar dolar AS, belum termasuk kawasan Gelora Bung Karno (GBK) yang rencananya juga dikonsolidasikan ke dalam portofolio Danantara.
Adapun sebelum disetorkan ke Danantara, dividen BUMN masuk ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui pos kekayaan negara dipisahkan (KND) pada PNBP.
Plh Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, dengan ditetapkannya Undang-Undang nomor 1 tahun 2025 tentang BUMN dan dividen dikelola oleh Danantara, pemerintah perlu mencari alternatif PNBP lain untuk tetap menjaga penerimaan negara.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































