Menuju konten utama

Menkop Jawab soal Kipas Angin Rp1,8 Triliun Koperasi Merah Putih

Menkop Ferry membantah Kementerian Koperasi mengadakan 1,8 juta kipas angin Rp1,8 triliun. Ia menyebut pengadaan itu bukan kewenangannya.

Menkop Jawab soal Kipas Angin Rp1,8 Triliun Koperasi Merah Putih
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan paparan dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (11/6/2026). foto/Nanda Surya Shadan.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Koperasi Ferry Juliantono buka suara terkait isu pengadaan 1,8 juta unit kipas angin senilai Rp1,8 triliun untuk Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. Menurutnya, pengadaan tersebut bukan berada di bawah kewenangan kementeriannya.

"Soal kipas angin ini saya enggak tahu ini karena pengadaannya bukan di kami, Pak. Tapi rasanya angka yang ada itu kalau bentuk kipas anginnya yang model ada di Imatsu MDF (mobile drum fan) itu harganya di Shopee ini Rp11,46 juta. Jadi apa namanya? Tapi itu saya enggak tahu persis itu," kata Ferry dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (16/7/2026).

Ferry menjelaskan, Kementerian Koperasi saat ini lebih berfokus menyiapkan sistem informasi manajemen Kopdes Merah Putih agar seluruh proses pelaksanaan program dapat dipantau secara terbuka.

Menurut dia, dashboard tersebut nantinya akan menampilkan seluruh tahapan program, mulai dari perencanaan, pengadaan, hingga implementasi. Sistem itu juga akan memperlihatkan data penyaluran barang-barang subsidi yang diterima setiap Kopdes Merah Putih.

"Mengenai dashboard-nya, Pak. Memang di situlah pentingnya sistem informasi manajemen koperasi desa ini. Karena nanti itu akan diperlihatkan semuanya dan dashboard-nya bisa diakses siapapun untuk melihat termasuk juga proses perencanaan, pengadaan sampai juga dengan implementasi programnya, Pak," ujar Ferry.

Ia menambahkan, melalui Sistem Informasi Manajemen Operasional Desa (SIMOPDES), masyarakat juga dapat memantau distribusi berbagai barang subsidi, seperti LPG 3 kilogram, yang disalurkan melalui Kopdes Merah Putih.

"Kami setuju juga dan mendukung sekiranya Komisi VI tadi menetapkan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih statusnya sebagai pangkalan atau agen dari LPG 3 Kg. Kalau pupuk bersubsidi, karena sudah ada Perpres-nya, Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih itu bisa langsung dari PT Pupuk Indonesia ke pada Koperasi Desa Kelurauhan Merah Putih," jelasnya.

Sebagai informasi, pernyataan Ferry merupakan respons atas pertanyaan Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Aimah Nurul Anam, yang menyoroti isu pengadaan 1,8 juta kipas angin senilai Rp1,8 triliun.

Mufti mengaku tidak menemukan informasi resmi dari pemerintah mengenai pengadaan tersebut. Ia mempertanyakan kebenaran kabar itu, termasuk spesifikasi barang, merek, dan mekanisme pengadaannya.

Ia juga membandingkan harga kipas angin di pasar dengan nilai pengadaan yang beredar. Berdasarkan penelusurannya di platform e-commerce, kipas angin berdiri merek Cosmos dijual sekitar Rp300 ribu hingga Rp338 ribu per unit untuk pembelian eceran. Menurutnya, jika pemerintah membeli dalam jumlah jutaan unit, harga semestinya bisa lebih murah.

Karena itu, Mufti meminta pemerintah membangun dashboard yang dapat diakses publik untuk memantau seluruh pengadaan dalam program Kopdes Merah Putih.

"Kami minta dibikin dashboard, Pak Menteri agar setiap rakyat bisa tahu ada pengadaan apa di sana, tujuannya apa, berapa harganya, mereknya apa. Agar kita semua bisa memantau karena setiap satu rupiah pun yang dikucurkan untuk KDMP ini kan wajib dipertanggungjawabkan kepada rakyat kita," kata Mufti.

Baca juga artikel terkait KOPERASI MERAH PUTIH atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Flash News
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana