Menuju konten utama

Menantu Trump Kenalkan New Gaza di Pertemuan Dewan Perdamaian

Jared Kushner memperkenalkan konsep New Gaza pada Dewan Perdamaian untuk membangun kembali Jalur Gaza yang porak-poranda akibat serangan Israel.

Menantu Trump Kenalkan New Gaza di Pertemuan Dewan Perdamaian
Presiden Prabowo Subianto dalam World Economic Forum (WEF), di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). Di sela-sela WEF juga dilakukan pertemuan Dewan Perdamaian Gaza. foto/Setpres/Mukhlis JR
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menantu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang juga anggota eksekutif Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace), Jared Kushner, memperkenalkan konsep New Gaza pada pertemuan di Davos, Swiss, pada Kamis (22/1/2026).

New Gaza yang diperkenalkan Kushner itu merupakan bagian dari 20 poin perdamaian dari Trump untuk mengakhiri genosida Israel atas Palestina. Kushner menyatakan pembangunan Gaza akan menjadi "sukses yang luar biasa".

Dalam pertemuan itu, Kushner menunjukkan pada para hadirin sebuah presentasi tentang bagaimana Gaza akan dibangun. Dalam presentasinya ini, muncul gambar kawasan elite dengan gedung tinggi modern di sepanjang pesisir.

Gambar tersebut mengingatkan lagi rencana mengubah Gaza jadi kawasan real estate mewah yang pernah diucapkan Trump tahun lalu dan mendapat kritik dari banyak pihak. Kala itu, Trump menyebutnya sebagai "Riviera di Timur Tengah".

Konsep New Gaza ala Jared Kushner

Menukil Times of Israel, Kushner menyatakan bahwa pembangunan New Gazaakan segera terlihat dalam tiga tahun ke depan. Rencananya, pembangunan ulang ini akan dimulai dari Rafah yang kini dikepung Israel.

Seturut The Globe and Mail, Rafah yang semula jadi basis pengungsi Palestina dari genosida Israel kini telah dikuasai oleh Israel. Menurut Kushner, wilayah ini akan jadi pintu masuk bagi alat-alat pembangunan lewat Mesir.

Alat-alat pembangunan itu, jelas Kushner, akan membantu pendirian berbagai bangunan termasuk pelabuhan laut dan bandara. Secara bertahap, pembangunan dilakukan dari Rafah menuju Kota Gaza.

Menantu Trump itu juga menyatakan bahwa Gaza yang telah dibangun kembali, nantinya menerapkan prinsip ekonomi pasar bebas ala AS. Ia menjanjikan PDB Gaza dapat mencapai USD10 miliar dalam kurun 10 tahun pasca-rekonstruksi.

Kushner menekankan bahwa pembangunan ulang ini akan berhasil jika Gaza berhasil didemiliterisasi dalam waktu dekat. Ia menyebut persenjataan berat harus segera dinonaktifkan di Jalur Gaza dan senjata pribadi juga pada akhirnya mesti dilucuti.

Dalam bayangan anggota Dewan Perdamaian itu, senjata di "New Gaza" hanya akan dimiliki oleh NCAG yakni pemerintahan teknokrasi pimpinan Ali Sha'ath yang bekerja di bawah Dewan Perdamaian. Pelaksanaannya melalui personel polisi Palestina yang baru.

Ia juga menyatakan bahwa milisi yang secara sukarela melucuti senjatanya, akan diberi amnesti dan reintegrasi.

Kushner juga menyebut bahwa NCAG kini telah meminta bantuan pengembang real estate Israel bernama Yakir Gabay untuk ikut dalam rekonstruksi Gaza. Kushner menyebut permintaan itu disambut dan Gabay "ingin melakukan ini".

Dalam rencana itu, seluruh pembangunan kembali Gaza akan dilakukan dengan dana investasi. Dewan Perdamaian menargetkan USD25 miliar akan diinvestasikan di Gaza dan Washington akan jadi salah satu yang pertama.

Akan tetapi, meskipun presentasi Kushner menunjukkan kawasan elite seperti di Dubai dan Singapura, namun ia tak menjawab isu-isu utama seperti hak milik dan kompensasi korban Palestina akibat genosida Israel. Kushner tak menyebut mereka yang kehilangan rumah, bisnis, dan mata pencaharian selama Israel membombardir Gaza.

Kushner tak pula menyinggung bagaimana para pengungsi akan tinggal di tengah megaproyek tersebut. Tak jelas juga status mereka selama dan setelah pembangunan ini berjalan.

Kushner menyajikan gambaran kompleks apartemen dan gedung tinggi, jalan raya yang ramai, situs pengeboran minyak bumi, tapi tak menjelaskan siapa yang memilikinya dan untuk siapa bangunan-bangunan itu ada.

Israel Serang Gaza di Hari yang Sama

Sementara itu, ketika Kushner menjelaskan apa yang ia maksud sebagai "utopia mediterania" di Swiss, Israel kembali menggempur Gaza dengan serangan militer. Lima orang tewas dalam serangan ini.

Pada Kamis, Israel menyerbu pinggiran Zeitoun di sebelah timur Kota Gaza, empat orang dinyatakan tewas akibat serangan. Tak hanya itu, seorang Palestina tewas di Khan Younis di sebelah selatan Kota Gaza juga akibat serangan Israel.

Sejauh ini, militer Israel tak memberikan komentar terkait serangan tersebut. Namun, dalam serangan-serangan sebelumnya, Israel terus mengklaim bahwa milisi Hamas tengah menyiapkan serangan kepada pasukan mereka atau merebut kembali wilayah yang kini diduduki.

Sehari sebelumnya, pada Rabu (21/1), Israel membunuh 11 orang. Dua dari 11 korban tewas itu adalah anak-anak dan tiga lainnya wartawan.

Menurut warga Gaza yang melakukan pemakanan tiga wartawan pada Kamis, jurnalis-jurnalis itu dibunuh hanya karena mengoperasikan kamera drone. Menurut mereka, drone digunakan untuk merekam kondisi tenda-tenda pengungsian.

Namun, oleh militer Israel, drone itu disebut mereka sebagai bagian dari operasi Hamas. Israel menyatakan bahwa drone itu "menimbulkan ancaman terhadap keselamatan" pasukan mereka.

"Pasukan dengan tepat menyerang tersangka yang mengaktifkan drone tersebut," tutur militer Israel.

Militer Israel menyatakan keterangan itu tanpa memberikan bukti. Sebanyak 16 orang tewas dalam dua hari terakhir juga jadi korban teranyar militer Israel selama gencatan senjata berlangsung tahun lalu.

Menurut pejabat kesehatan Palestina, setidaknya 480 rakyat Palestina dibunuh militer Israel sejak gencatan senjata. Sementara militan Palestina dilaporkan menewaskan tiga tentara Zionis.

Baca juga artikel terkait ANCAMAN INVASI TRUMP atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Reporter: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar