Menuju konten utama

Putin Siap Beri Rp16 T ke Dewan Perdamaian Gaza, Tapi Ada Syarat

Presiden Vladimir Putin menyatakan siap menyumbang uang 1 miliar dolar AS untuk Dewan Perdamaian Gaza selama diambilkan dari aset Rusia yang dibekukan AS.

Putin Siap Beri Rp16 T ke Dewan Perdamaian Gaza, Tapi Ada Syarat
Presiden Rusia Vladimir Putin menyapa anggota parlemen majelis rendah yang baru terpilih, the State of Duma, di Moskow, Rusia, Selasa (12/10/2021). ANTARA FOTO/Sputnik/Sergei Bobylyov/Pool via REUTERS/pras/cfo

tirto.id - Meskipun belum memutuskan untuk ikut atau tidak jadi anggota Dewan Perdamaian Gaza, namun Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan siap menyumbang uang senilai USD1 miliar atau sekitar Rp16 triliun ke organisasi itu. Namun, Putin akan memberikannya dengan syarat khusus.

Sebelumnya, Dewan Perdamaian yang dibuat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan akan mulai diresmikan pada Kamis (22/1/2026). Lembaga ini semula disebut sebagai lembaga pengawas pembangunan kembali Gaza pasca genosida Israel.

Dalam rancangan piagam Dewan Perdamaian yang beredar di media belakangan, lembaga ini memiliki anggota yang terdiri dari negara-negara di dunia. Keanggotaannya bersifat sementara yakni tiga tahun, kecuali mau menyumbang uang senilai Rp16 triliun.

Sumbangan senilai Rp16 triliun itu akan membuat negara tersebut menjadi anggota tetap Dewan Perdamaian di bawah pimpinan Trump. Uangnya disebut akan dialokasikan untuk Gaza, meski beberapa negara masih skeptis dengan bagaimana dana itu akan dikelola.

Syarat Putin Sumbang 1 Miliar Dolar AS untuk Dewan Perdamaian

Mengutip Russia Today (RT), Rusia kini belum memutuskan untuk ikut atau tidak jadi anggota Dewan Perdamaian. Namun, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa pihaknya siap menyumbang 1 miliar dolar AS ke lembaga itu, terlepas apakah Rusia jadi anggota atau tidak.

"[Kami siap] sekarang juga, bahkan sebelum kami memutuskan apakah akan ambil bagian ... dalam pekerjaan Dewan Perdamaian," kata Putin pada Rabu (21/1).

Menurutnya, Moskow siap jadi penyumbang dalam upaya rekonstruksi Gaza karena "hubungan khusus dengan rakyat Palestina". Ia juga menyatakan Rusia akan "terus mendukung segala upaya untuk memperkuat stabilitas internasional".

Akan tetapi, Putin menyatakan bahwa sumbangan itu akan diberikan dengan syarat berasal dari aset Rusia di AS yang dibekukan. Diperkirakan, Rusia kini memiliki aset beku senilai USD5 miliar di AS.

Aset tersebut merupakan bagian dari sekitar USD300 miliar aset Rusia yang dibekukan AS dan Uni Eropa buntut perang Rusia vs Ukraina. Aset-aset ini terdiri dari investasi Rusia bidang sekuritas asing, deposito bank, dan rekening koresponden nostro di berbagai wilayah termasuk AS.

Putin menyebut, uang 1 miliar dolar AS dari aset Rusia yang dibekukan di AS bisa digunakan untuk menyumbang ke Dewan Perdamaian, sedangkan sisanya bisa digunakan AS untuk membangun ulang Ukraina pasca-perang.

Dewan Perdamaian yang diinisiasi Trump sendiri kini tengah jadi sorotan komunitas internasional. Dalam rancangan piagam yang beredar di media, visi-misi lembaga ini sama sekali tak menyebut Gaza maupun Palestina sebagai ruang lingkup operasinya.

Hal tersebut membuat banyak pihak menduga Dewan Perdamaian sebagai organisasi internasional yang dibuat Trump untuk menyaingi PBB. Terlebih, dalam bab pendahuluan rancangan piagam itu, disebut bahwa salah satu alasan dibuatnya Dewan Perdamaian adalah “keberanian untuk meninggalkan pendekatan dan institusi” perdamaian lain “yang terlalu sering gagal” seolah menunjuk pada PBB.

Selain tujuan utama Dewan Perdamaian yang dianggap abu-abu, lembaga ini juga disorot karena memberikan kewenangan yang besar kepada Donald Trump. Kewenangan itu mulai dari jadi keputusan tunggal ketika terjadi deadlock, masa jabatan yang tak spesifik, hingga kewenangan untuk mengundang negara lain sebagai anggota dan memecatnya kapan saja.

Sejumlah negara dilaporkan telah sepakat jadi negara anggota, termasuk Israel dan Indonesia. Seberapa banyak anggota permanen yang di dalamnya, belum diungkap ke publik.

Baca juga artikel terkait INTERNASIONAL atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar