Menuju konten utama

MC Lomba Cerdas Cermat MPR Shindy Lutfiana Minta Maaf ke Publik

MC LCC Empat Pilar MPR 2026 Kalbar, Shindy Lutfiana, minta maaf atas ucapannya yang viral. Sekjen MPR telah menonaktifkan dewan juri dan MC terkait.

MC Lomba Cerdas Cermat MPR Shindy Lutfiana Minta Maaf ke Publik
Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR 2026/Youtube: MPR RI
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - MC Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat, Shindy Lutfiana, menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya yang viral di media sosial saat pelaksanaan babak final lomba pada 9 Mei 2026.

Permohonan maaf itu disampaikan Shindy melalui unggahan di media sosial pribadinya. Dalam pernyataannya, ia mengakui ucapannya saat memandu acara tidak patut disampaikan dalam kapasitasnya sebagai pembawa acara kegiatan tersebut.

“Dengan segala kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas semua ucapan saya, terutama yaitu: ‘mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja,’ yang seharusya tidak patut saya sampaikan dalam kapasitas saya sebagai MC pada kegiatan tersebut,” tulis Shindy dalam unggahan media sosial Instagram pribadinya, @shindy_mcwedding, Selasa (12/5/2026).

Ia mengatakan pernyataan tersebut telah menimbulkan kekecewaan dan melukai berbagai pihak, terutama peserta lomba dan guru pendamping dari SMA Negeri 1 Pontianak.

“Saya menyadari sepenuhnya bahwa pernyataan tersebut telah menimbulkan kekecewaan, ketidaknyamanan, bahkan melukai perasaan berbagai pihak, khususnya adik-adik peserta lomba, guru-guru pendamping pembimbing dari SMA Negeri 1 Pontianak, serta seluruh masyarakat terutama masyarakat Provinsi Kalimantan Barat yang mengikuti dan memberikan perhatian terhadap kegiatan ini,” ujarnya.

Shindy juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang merasa terdampak atas pernyataannya tersebut. Lebih lanjut, Shindy menyebut polemik tersebut menjadi pelajaran berharga bagi dirinya agar lebih berhati-hati dan bijaksana ketika menjalankan tugas di ruang publik.

“Peristiwa ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi saya untuk lebih berhati-hati, bijaksana, serta lebih cermat dalam memilih dan menggunakan diksi ketika menjalankan tugas di ruang publik,” tulisnya.

Ia berharap permohonan maaf tersebut dapat diterima publik dan berjanji menjadikan peristiwa itu sebagai bahan evaluasi diri.

“Besar harapan saya, permohonan maaf saya ini dapat diterima, dan saya berkomitmen untuk menjadikan kejadian ini sebagai evaluasi terhadap diri saya, agar dapat bersikap lebih baik dan bijak ke depannya,” ujar Shindy.

Sebelumnya, Sekretariat Jenderal MPR RI resmi menonaktifkan dewan juri dan pembawa acara LCC Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Keputusan ini diambil sebagai langkah tegas setelah terjadi insiden pengurangan poin yang dinilai tidak adil terhadap peserta dari SMAN 1 Pontianak dalam babak final yang digelar Sabtu (9/5/2026).

“Sekretariat Jenderal MPR RI telah menonaktifkan Dewan Juri dan MC pada kegiatan LCC ini,” demikian pernyataan resmi Sekretariat Jenderal MPR RI melalui Instagram, Selasa (12/5/2026).

Baca juga artikel terkait MPR RI atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Dipna Videlia Putsanra