Menuju konten utama
Rangkuman Materi Bhs Indo SD

Materi Bahasa Indonesia Kelas 4 Semester 2 Kurikulum Merdeka SD

Materi Bahasa Indonesia kelas 4 semester 2 mencakup empat bab di dalamnya. Temukan ringkasan pembahasannya di sini.

Materi Bahasa Indonesia Kelas 4 Semester 2 Kurikulum Merdeka SD
Guru honorer menyampaikan materi saat kegiatan belajar mengajar di SD Negeri Percobaan Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Senin (11/8/2025). ANTARA FOTO/Auliya Rahman/rwa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Materi bahasa Indonesia kelas 4 semester 2 Kurikulum Merdeka memiliki empat pembahasan di dalamnya. Para siswa mempelajarinya di sepanjang masa pembelajaran semester genap yang berakhir dengan ujian kenaikan kelas. Simak materi Bahasa Indonesia kelas 4 SD semester 2 tematik berikut ini.

Menurut e-modul Bahasa Indonesia Lihat Sekitar SD Kelas IV (2021) yang disusun Eva Y. Nukman & C. Erni Setyowati, materi Bahasa Indonesia kelas 4 semester 2 mempelajari empat bab. Materi tersebut terdiri dari bab 5 berjudul “Bertukar atau Membayar”; bab 6 "Satu Titik"; bab 7 "Asal-Usul"; dan bab 8 "Sehatlah Ragaku".

Rangkuman materi Bahasa Indonesia kelas 4 semester 2 Kurikulum Merdeka tersedia dalam tulisan ini. Guru dan siswa dapat membaca garis besar pembahasannya.

Rangkuman Materi Bahasa Indonesia SD Kelas 4 Bab 5

Materi Bahasa Indonesia kelas 4 semester 2 Kurikulum Merdeka dimulai dengan pembahasan tema “Ditukar dengan Apa?" pada bab 5. Siswa diminta untuk menemukan tujuan dan pesan penulis melalui sebuah cerita yang disajikan.

Salah satu cara yang diterapkan untuk menemukan pesan tersebut yakni dengan menggunakan teknik pertanyaan "ADiKSiMBa". Itu adalah singkatan dari “Apa, Di mana, Kapan, Siapa, Mengapa, Bagaimana”.

Setelah mendapatkan informasi, siswa merangkum informasi dengan menuliskan hal-hal penting. Ketika menyusun rangkuman, siswa diharapkan dapat menuliskan sumber informasinya. Dengan demikian, secara sederhana proses pengolahan informasi mengikuti alur berikut:

  • Membaca dan memahami bacaan;
  • Menemukan ide pokok dari sebuah bacaan;
  • Mencari jawaban menggunakan “ADiKSiMBa”;
  • Menuliskan informasi yang diperoleh dalam 2-3 paragraf.
Siswa juga akan belajar mengenai informasi cara mengecek keaslian uang dengan cara dilihat, diraba, dan diterawang. Metode "melihat" diawali dengan memandang warna uang yang terlihat terang dan jelas, baik pada bagian depan maupun bagian belakang.

Uang kertas juga memiliki benang pengaman seperti dianyam pada uang pecahan Rp100 ribu, Rp50 ribu, Rp20 ribu. Khusus untuk pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu akan berubah warnanya jika dilihat dari sudut pandang tertentu.

Selanjutnya, pengecekan keaslian uang dengan cara diraba. Uang kertas memiliki permukaan yang kasar apabila diraba. Permukaan yang kasar ini dapat dirasakan pada berbagai pecahan uang kertas.

Terakhir, pengecekan keaslian uang dengan cara diterawang. Uang kertas memiliki tanda air (watermark) berupa gambar pahlawan dan ornamen pada pecahan tertentu. Tanda airnya berupa gambar pahlawan dan ornamen pada pecahan tertentu.

Penulisan angka dan nilai uang di Indonesia disusun dengan menyingkat Rupiah menjadi Rp dan penulisan angkanya ditempatkan tepat setelah Rp. Berikut penulisan angka dan nilai uang yang benar:

  • Penulisan nilai uang dengan angka = Rp1.000.000.

  • Penulisan nilai uang dengan huruf = satu juta rupiah.

Rangkuman Materi Bahasa Indonesia SD Kelas 4 Bab 6

Bab 6 berjudul “Satu Titik”. Materi ini bertujuan memahami kata-kata baru dalam sebuah teks, diawali dengan bacaan berjudul “Raja Ampat”. Dalam bacaan tersebut, ditemukan beberapa kata-kata yang tergolong baru meliputi:

  • Kepulauan: kumpulan beberapa pulau;
  • Turis: orang yang berwisata; pelancong; wisatawan;
  • Flora: dunia tumbuh-tumbuhan;
  • Fauna: dunia hewan;
  • Biota: seluruh flora dan fauna di suatu daerah tertentu
Pemahaman terhadap kata-kata baru tersebut dapat dilakukan dengan mengisi kalimat rumpang.

Siswa juga akan belajar tentang kalimat efektif, yakni kalimat yang disusun sesuai kaidah kebahasaan yang berlaku. Cara membuat kalimat efektif sebagai berikut:

  1. Susunan kata, ejaan, tanda baca, atau strukturnya harus sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Ciri-ciri kalimat efektif, antara lain:
  2. Mengikuti aturan ejaan bahasa Indonesia;
  3. Memiliki unsur kalimat (setidaknya subjek dan predikat) yang digunakan dengan tepat;
  4. Hemat kata, tidak bertele-tele; dan
  5. Pesan yang disampaikan jelas, tidak membingungkan.
Materi berikutnya adalah pemahaman terhadap puisi. Puisi merupakan ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait.

Ada juga puisi bebas yang cara penulisannya lebih bebas, tidak terikat rima, jumlah kata, atau pun jumlah larik. Puisi mampu menggambarkan perasaan atau pikiran melalui tulisan.

Kata-kata dalam puisi dipilih dengan tepat dan dirangkai dengan indah. Biasanya perasaan tersebut diungkapkan melalui perumpamaan atau majas. Berikut contoh penggunaan majas dalam puisi:

  • Laksana untaian mutiara di lautan (gugusan pulau diumpamakan untaian mutiara)
  • Lambaian terumbu karang dan ikan menyapa... (karang dan ikan personifikasi seolah-olah seperti manusia)
Majas adalah kiasan. Salah satu jenis majas, yakni majas metafora, merupakan kiasan yang menggunakan kata atau kelompok kata yang bukan arti sebenarnya untuk menggambarkan sesuatu. Berikut contoh penggunaan majas metafora:

  • Beberapa tahun lalu, wedus gembel menjadi buah bibir orang-orang di Indonesia. Buah bibir artinya bahan pembicaraan.
  • Mereka minta Panji berlapang dada menerima kenyataan itu. Berlapang dada artinya sabar.
  • Wedus gembel membabi buta, menghanguskan apa saja yang dilaluinya. Membabi buta artinyamenerjang tanpa memilih.
Materi terakhir di bab 6 adalah laporan perjalanan. Laporan perjalanan adalah tulisan yang berisi hasil dari kunjungan atau perjalanan ke suatu tempat.

Laporan mengandung fakta atau informasi berdasarkan pengamatan atau pengalaman orang yang melakukan perjalanan. Penulisan laporan harus disusun dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Penyusunan laporan dalam bentuk narasi atau karangan dengan unsur-unsur ADiK SiMBa (apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana). Laporan perjalanan harus mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Rangkuman Materi Bahasa Indonesia SD Kelas 4 Bab 7

Bab 7 berjudul “Asal-usul” dengan beberapa materi berkaitan dengan pemahaman instruksi dari audio, penyampaian pendapat, dan pembuatan teks narasi menggunakan konjungsi.

Lagu yang berjudul “Nenek Moyangku” dapat digunakan untuk praktik memahami informasi dari audio. Setelah itu, pada syair berjudul “Rayuan Pulau Kelapa” terdapat hal menarik, yakni penyusunannya mengandung huruf atau suku kata terakhir dengan bunyi yang sama.

Baris-baris tersebut berima AA BB atau AA AA. Rima bisa juga berselang-seling sehingga disebut dengan AB AB.

Siswa turut mempelajari materi pemahaman tentang kosakata serapan dari bahasa asing atau bahasa daerah. Misalnya sebagai berikut:

1. Kosakata Serapan dari Bahasa Arab:

  • Daftar
  • Ilmu
  • Nikmat
  • Sabat

2. Kosakata Serapan dari Tionghoa

  • Bakmi
  • Becak
  • Cawan
  • Giwang

3. Kosakata Serapan dari Belanda:

  • Absen
  • Kartu
  • Permen
  • Televisi
Setelah itu, siswa memahami materi konjungsi yakni kata penghubung yang dapat ditemukan antarkalimat atau intrakalimat (di dalam kalimat). Contoh konjungsi, antara lain: setelah itu, karena itu, namun. Berikut penjelasan terkait konjungsi:

  • Konjungsi yang menjelaskan kejadian yang akan terjadi berikutnya: selanjutnya & setelah itu;
  • Konjungsi yang menjelaskan keadaan yang bertentangan: akan tetapi & namun;
  • Konjungsi yang menjelaskan keadaan yang merupakan akibat dari kalimat sebelumnya: akibatnya & oleh karena itu;
  • Konjungsi yang menguatkan keadaan sebelumnya: malah & bukan.

Rangkuman Materi Bahasa Indonesia SD Kelas 4 Bab 8

Bab 8 berjudul “Sehatlah Ragaku”. Kesehatan merupakan hal yang sangat penting dan dibutuhkan oleh siapapun. Kondisi tubuh yang sehat berpengaruh pada aktivitas sehari-hari. Bab 8 diawali dengan bacaan berjudul “Garuk-garuk” yang di dalamnya mengandung kosakata "alergi.

Menurut KBBI, "alergi" tergolong sebagai kata benda dengan definisi yaitu perubahan reaksi tubuh terhadap kuman-kuman penyakit. Bisa juga diartikan sebagai keadaan sangat peka terhadap penyebab tertentu (zat, makanan, serbuk, keadaan udara, asap, dan sebagainya) yang dalam kadar tertentu tidak membahayakan untuk sebagian orang.

Upaya untuk sehat lainnya dijelaskan dengan minum air putih sekitar 2 liter atau setara dengan 8 gelas air putih setiap hari. Air berperan penting untuk tubuh sebagai:

  • Mengatur suhu tubuh;
  • Melindungi organ-organ penting;
  • Membantu tubuh menyerap energi;
  • Membuang kotoran;
  • Melumasi persendian;
  • Membantu mengantarkan zat gizi dan oksigen ke seluruh tubuh;
  • Membantu mengubah makanan menjadi energi.
Tidak hanya itu, bab 8 juga mengajak siswa mempelajari berbagai jenis paragraf yang meliputi paragraf deduktif, paragraf induktif, dan paragraf campuran. Kalimat utama pada paragraf deduktif berisi ide pokok (awal paragraf) kemudian dilanjutkan dengan kalimat-kalimat penjelas.

Paragraf induktif disusun atas kalimat penjelas-kalimat penjelas-kalimat penjelas dan kemudian baru kalimat utama. Kalimat utama berisi ide pokok dan terletak di akhir paragraf.

Sementara itu, paragraf campuran disusun atas kalimat utama yang berisi ide pokok (pada awal paragraf) disusul dengan kalimat-kalimat penjelas. Kemudian diikuti dengan kalimat utama yang berisi ide pokok (diperkuat pada akhir paragraf).

Simak berbagai artikel mengenai materi ajar berbagai jenjang pendidikan melalui tautan berikut:

Kumpulan artikel materi ajar

Baca juga artikel terkait RINGKASAN MATERI PELAJARAN atau tulisan lainnya dari Nurul Azizah

tirto.id - Edusains
Kontributor: Nurul Azizah
Penulis: Nurul Azizah
Editor: Fadli Nasrudin
Penyelaras: Ilham Choirul Anwar